
Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H saat Memberikan Bantuan Bibit Jagung Kepada Kelompok P3A Lestari Desa Tunfeu.
KabKupang_IndoNusra.com– Bupati Kupang, Yosef Lede Pertama Kali adakan Penan Raya Padi di Kelompok Perhimpunan Petani Pemakai Air (P3A) Lestari yang terletak di Persawahan Noelsinas, Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, NTT, hari Selasa (05/05) siang.
Ketua Kelompok P3A Lestari, Markus Naben pada kesempatan itu menyampaikan bahwa hasil panen Tahun 2026 sangat baik di bandingkan dengan hasil panen tahun 2025.
Dirinya menguraikan bahwa semua ini atas partisipasi dan campur tangan pendamping yang insentif dari PPL, serta para petani yang yang tekun mengikuti aturan penanaman sehingga membauhkan hasil yang baik.
“Untuk hasil panen tahun ini hasilnya berlimpah. Di tahun lalu itu satu hektar hasilnya hanya lima ton lebih. Sedangkan di tahun, hasilnya ada peningkatan sampai tujuh ton. Dengan adanya hasil seperti ini, petani merasa senang karena tahun-tahun kemarin itu berkurang”, tutur Mau akrab di sapa.
Semua ini karena mengikuti aturan yang ada, baik itu dari pembibitan, pemeliharaan, dan juga penggunaan Obat-obatan sehingga hasilnya melonjak.
Bupati Kupang, Yosef Lede dalam arahannya sangat mengapresiasi para petani dan penyuluh. Mendapatkan hasil melimpah ini merupakan bentuk berkat Tuhan atas kerja keras dan juga Doa dari Masyarakat.
“Jadi kalau mau hasil bagus jangan jual tanah, jaga itu aset yang di jadikan lahan pertanian. Saya mau kasi ingat, jangan sampe jual tanah habis itu jadi penonton di negeri sendiri. Karena kalau hasil baik begini pasti bisa kasi sekolah anak. Maka itu jaga baik-baik lahan yang ada”, pesan Bupati Kupang.
Dirinya mengingatkan agar setelah panen, para petani harus banyak menanam Sayur-sayuran.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti perkembangan pertanian melalui penggunaan Alsintan.
Penggunaan mesin combine yang bisa meningkatkan tingkatkan efesiansi waktu dan biaya operasional baik di bandingkan panen manual.
Dirinya juga mendorong para petani untuk mulai belajar membuat bibit sendiri agar tidak tergantung pada bantuan dari Pemerintah setiap tahun.
“Tuhan sudah kasi tanah yang subur, air yang baik. Sekarang kita punya tugas adalah bersyukur dengan cara mengolahnya lebih baik agar anak-anak ke depan tidak susah”, bebernya.
Dirinya sangat mengharapkan dengan hasil yang baik seperti ini, ke depan juga bisa membuahkan hasil yang baik lagi.
“Karena kita tidak tau, siapa tau tahun depan hasilnya berkurang. Maka itu harus selalu bersyukur. Jangan hanya pikir untuk minum mabok saja, ada kerja sedikit harus mabuk dulu. Yang Tuhan mau itu hanya satu saja, bersyukur”, tegasnya.
Di akhir sambutan, Ia menyampaikan limpah terima kasih kepada semua stakeholder yang telah memberikan perdampingan, dan pembinaan sehingga para petani bisa mendapatkan hasil yang baik.
Pantauan media ini, Panen Raya itu di tandai dengan Pemberian bantuan Bibit Jagung, serta Panen simbolis oleh Bupati Kupang dengan menggunakan Combine Harvester.
Turut hadir, Camat Nekamese, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang, Kepala Dinas PMD Kabupaten Kupang, Kepala Desa Oelomin, Kepala Desa Tunfeu, Tokoh Agama, Bhabinkamtibmas Desa Oelomin, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, dan mewakili Kelompok Tani di Kecamatan Nekamese. (Yuantin)

