
KabKupang_IndoNusra.com– Wilfridus Utan, selaku Gerakan Mahasiswa Sipil (GERMAS) dan Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (PERMASKU) memberi Apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang atas langkah cepat menghadiri 4.000 liter BBM ke Wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, NTT.
Hal ini diungkapkannya kepada media via pesan Whatsap nya Senin, (18/05) sore.
Ia menguraikan bahwa, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terkhususnya di wilayah pesisir Amfoang yang melanda Empat kecamatan, Yakni Amfoang Barat daya, Amfoang Barat laut, Amfoang Utara dan Amfoang Timur sangat penting.
Karena, BBM yang menjadi kebutuhan vital untuk kebutuhan mobilisasi dalam aktivitas sehari-hari dalam bidang pendidikan, pertanian, kesehatan dan masyarakat umumnya semua tergantung pada BBM khusus jenis Pertalite.
Sehingga dalam krisisnya BBM Di wilayah Amfoang, Dirinya memberi apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang atas langkah cepat menghadiri 4.000 liter BBM ke Wilayah Amfoang.
“Kita perlu apresiasi pemerintah kabupaten Kupang karna pemerintah tidak diam saat melihat masyarakat kecil menderita dengan menghadirkan BBM di tengah-tengah masyarakat yang sedang krisis BBM”, kata Wilfridus
Dengan hadirnya BBM bisa membantu masyarakat yang ada di Amfoang karna BBM sejenis Pertalite adalah nafas dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
“BBM itu bukan hanya sekedar komoditas ekonomi, tapi kebutuhan dasar yang memperlancar aktivitas setiap hari”, lanjut Utan. Â
Akan tetapi, Ia juga menegaskan supaya perlu adanya tindak lanjut dari Pemkab Kupang karna yang masyarakat inginkan tindakan nyata bukanlah hanya janjinya saja.
Seharusnya pemerintah itu bertanggung jawab atas kelancaran menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi dalam kebutuhan di wilayah-wilayah pesisir seperti Amfoang yang kritisnya BBM.
“Perlu adanya tindak nyata dari pemerintah kabupaten Kupang karna masyarakat tidak butuh janji manis sebab penyedia dan pendistribusian BBM merupakan pelayanan publik untuk menjamin masyarakat”, Ungkapnya.
Ia juga menegaskan agar di percepat karena BBM sebagai nafas masyarakat dalam memperlancar aktivitas yang berpotensi menghambat kegiatan setiap hari, masyarakat semakin terisolir di bagian pesisir.
“Tentu saja akan  mempersulit aktivitas masyarakat pesisir di Amfoang sehingga perlu percepat penyaluran BBM agar mempermudah aktivitas masyarakat di berbagai bidang”, tegas Wilfridus. (Azr)

