Religi

Wagub NTT: Gereja Merupakan Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Karakter dan Kemajuan Daerah

8
×

Wagub NTT: Gereja Merupakan Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Karakter dan Kemajuan Daerah

Sebarkan artikel ini

Kupang_IndoNusra.com Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan bahwa gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur saat menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Gereja Bethel Indonesia (GBI) Mawar Saron Kupang yang berlangsung di Gedung Kebaktian GBI Mawar Saron Kupang, pada Jumat (10/07) malam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan BPD GBI NTT, Pdt. Benyamin Saleh, Gembala Sidang GBI Mawar Saron Kupang, Pdt. Tommy Hanas, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Kota Kupang, Pauto Wirawan Neno, para penatua, hamba Tuhan, serta seluruh jemaat GBI Mawar Saron Kupang.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa peringatan hari ulang tahun gereja merupakan momentum untuk mengenang perjalanan pelayanan sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan yang berdampak bagi kehidupan umat dan masyarakat.

“Perayaan HUT ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk merefleksikan perjalanan pelayanan gereja. Selama 29 tahun, GBI Mawar Saron Kupang telah berkontribusi membangun kehidupan rohani umat, membina karakter generasi muda, memperkuat nilai-nilai keluarga, serta menghadirkan berbagai karya pelayanan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Johni Asadoma.

Menurut Wagub Johni, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meyakini bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas, moral, dan kepedulian sosial.

“Pemerintah menyadari bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun peningkatan investasi. Pembangunan yang sesungguhnya juga harus menyentuh pembangunan manusia, karakter, moral, dan spiritual masyarakat. Dalam konteks inilah gereja memiliki peran yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah,” tegasnya.

Ia menambahkan, gereja memiliki kontribusi nyata dalam mencetak generasi yang berkarakter, jujur, disiplin, dan memiliki semangat melayani. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

“Kami percaya bahwa ketika gereja terus melahirkan pribadi-pribadi yang jujur, disiplin, pekerja keras, cinta damai, serta memiliki kepedulian sosial, maka sesungguhnya gereja sedang ikut membangun Nusa Tenggara Timur,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh jemaat GBI Mawar Saron Kupang untuk terus memperkuat peran gereja sebagai agen pembawa damai, pemersatu, dan penggerak pembangunan sosial di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Di usia yang ke-29 tahun ini, saya mengajak seluruh jemaat GBI Mawar Saron Kupang untuk terus menjadi terang dan garam bagi lingkungan sekitar. Jadilah pelopor dalam membangun keluarga yang harmonis, mendidik generasi muda yang berintegritas, menjaga persaudaraan di tengah keberagaman, serta aktif mendukung berbagai program pembangunan daerah,” ajaknya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar GBI Mawar Saron Kupang atas dedikasi dan pengabdian selama hampir tiga dekade dalam membangun kehidupan keagamaan serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat. Ia berharap GBI Mawar Saron Kupang terus bertumbuh menjadi gereja yang membawa damai, harapan, dan inspirasi bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur. (BAPNTT/CG/Dok. Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *