Religi

Bupati Kupang dan DRPD Kabupaten Kupang Hadiri Peletekan Baru Pertama Gedung Ebenhaezer Oelbiteno

23
×

Bupati Kupang dan DRPD Kabupaten Kupang Hadiri Peletekan Baru Pertama Gedung Ebenhaezer Oelbiteno

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H saat Meletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno.
Keterangan: Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H saat Meletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno.

KabKupang_IndoNusra.com Bupati Kupang, Yosef Lede, dan Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase menghadiri Ibadah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno yang berlangsung di Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, NTT hari Rabu, (15/07) pagi.

Dalam sambutannya, Bupati Kupang mengawali dengan mengangkat makna nama “Ebenhaezer” yang berarti “Sampai di sini Tuhan menolong kita.”

Menurutnya, makna tersebut hendaknya dimaknai lebih luas sebagai keyakinan bahwa pertolongan Tuhan tidak berhenti sampai hari ini, melainkan akan terus menyertai umat-Nya.

“Ebenhaezer berarti sampai di sini Tuhan menolong. Saya ingin menambahkan, sampai kapan pun Tuhan tetap menolong. Pertolongan Tuhan tidak pernah berhenti bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya”, ujarnya.

Lebih lanjut, Ia mengajak seluruh jemaat untuk tidak hanya bersemangat membangun gedung gereja, tetapi juga tetap setia menghadiri ibadah dan membangun kehidupan iman bersama. Menurutnya, gereja yang megah akan memiliki makna apabila dipenuhi oleh jemaat yang hidup dalam persekutuan dengan Tuhan.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh jemaat dengan mengedepankan semangat gotong royong, persatuan, dan kebersamaan hingga pembangunan selesai.

“Pembangunan gereja tidak boleh hanya semangat di awal. Kalau hari ini kita sepakat membangun, maka sampai selesai kita juga harus tetap sepakat. Jangan ketika pembangunan berjalan, satu per satu mulai menghilang. Kekuatan kita ada pada kebersamaan”, tegasnya.

Menurut Bupati, budaya gotong royong merupakan kekuatan masyarakat Kabupaten Kupang yang harus terus dipelihara, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelayanan gereja. Dengan persatuan, pekerjaan yang berat akan menjadi lebih ringan untuk diselesaikan.

Pada kesempatan tersebut, Dirinya menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung pembangunan fasilitas umum milik gereja, termasuk membantu proses penerbitan sertifikat tanah melalui koordinasi bersama Kementerian ATR/BPN sepanjang persyaratan administrasi dipenuhi.

Ia mengimbau seluruh gereja agar mulai menyiapkan legalitas aset sejak dini sehingga pemerintah dapat memberikan dukungan secara maksimal sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Bupati menjelaskan bahwa bantuan pemerintah kepada gereja harus mengikuti mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah. Oleh karena itu, ia berharap setiap program pembangunan gereja dapat diselaraskan melalui forum-forum resmi gereja seperti sidang klasis sehingga dapat masuk dalam dokumen perencanaan pemerintah.

“Kita ingin gereja dan pemerintah terus berjalan sebagai mitra. Kalau perencanaannya disiapkan dengan baik, maka pemerintah juga dapat membantu sesuai aturan yang berlaku. Sinergi seperti inilah yang ingin terus kita bangun”, jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Yosef Lede yang dinilainya memiliki komitmen tinggi dalam memperjuangkan pembangunan Kabupaten Kupang, termasuk memberikan perhatian terhadap pembangunan gereja.

Menurut Johanis, di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Bupati tetap aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan berbagai kementerian untuk menghadirkan program-program pembangunan bagi masyarakat Kabupaten Kupang.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam membangun kolaborasi dengan gereja sehingga berbagai kebutuhan pembangunan rumah ibadah maupun infrastruktur pendukung dapat direncanakan dan diperjuangkan bersama.

Menutup sambutannya, Johanis Mase mengajak seluruh jemaat, pemerintah, DPRD, dan semua pihak untuk terus bergandengan tangan mendukung pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno hingga selesai sebagai wujud nyata iman, persatuan, dan pelayanan bagi generasi mendatang.

Ketua Sinode GMIT, Pdt.Samuel B. Pandie, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang yang dinilai memiliki komitmen dan kepedulian nyata dalam mendukung kehidupan ber gereja serta pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Kupang.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan gereja merupakan wujud nyata kebersamaan dalam membangun masyarakat yang beriman, berkarakter, dan sejahtera.

Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk terus bertumbuh dan semakin dewasa dalam iman kepada Tuhan melalui kehidupan yang berlandaskan kasih, persatuan, dan pelayanan.

Dirinya menyampaikan bahwa, gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi wadah pembinaan iman yang mampu membentuk umat agar hidup saling mengasihi, menguatkan, serta menjadi berkat bagi sesama di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *