KabKupang_IndoNusra.com– Pembangunan Jembatan Termanu, Manubelon, Amfoang Barat Daya yang Menggunakan Dana Bantuan Presiden (Banpres) Tahun 2026 mendapatkan Apresiasi dari Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kupang, periode 2026-2031 yang juga salah satu Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Dapil III, Yerusa Sobeukum (Ira Sobeukum).
Kepada media ini beberapa waktu lalu di Kantor DPRD Kabupaten Kupang ketika diwawancarai terkait mengatakan, tentu sebagai Putri Amfoang, Dirinya sangat mengapresiasi Pemerintah Pusat yang telah menggelontorkan anggaran melalui Dana Bantuan Presiden (Banpres) sehingga Amfoang mendapatkan sentuhan yang mana di adakannya pembangunan jembatan Termanu.
“Ini merupakan salah satu jembatan yang cukup Fital. Jembatan penghubung, tetapi tidak hanya di talmanu sebenarnya. Di amfoang masih ada jembatan-jembatan yang lain”, ujarnya.
Melalui atensi pemerintah pusat lewat dana Banpres ini, Dirinya berharap sungai-sungai lain yang ada di Amfoang juga mendapatkan sentuhan.
Sebenarnya tidak hanya di Talmanu, dan juga Kapsali, tetapi jembatan-jembatan yang lain seperti sungai taeen, bunpo, dan juga masih ada beberapa sungai yang lain, bahkan sampai di wilayah Amfoang Timur memang masih sangat membutuhkan sentuhan Banpres ini.
Karena kondisi jembatan di Amfoang sangat membutuhkan anggaran yang besar. Kalau hanya membutuhkan dana APBD, pasti tidak mampu.
Apa lagi dengan kondisi fiskal anggaran yang tidak stabil. Sehingga Ia meminta agar tidak hanya jembatan penghubung talmanu yang di bangun.
Tatapi ada juga jembatan penghubung di beberapa wilayah pegunungan wilayah Amfoang, misalkan jembatan athenas, Amfoang Tengah karena menjadi jembatan penghubung untuk lingkar wilayah Amfoang Tengah dan juga Kabupaten TTS.
“Jembatan athenas ini juga imbas dari bencana beberapa tahun lalu, maka saya berharap agar dana Banpres ke depan bisa mengcover untuk pembangunan jembatan itu”, pintanya.
Pembangunan jembatan penghubung ini sebenarnya tidak adanya saling klaim dari pemerintah provinsi atau kabupaten.
Karena memang adanya kejelasan bahwa adanya pengalihan dana atau efesiensi dari pemerintah pusat ini juga salah satunya adalah fokus pada dua komponen.
Bahwa dana Banpres ini dapat diperuntukan untuk infrastruktur jalan atau jembatan, dan juga revitalisasi sekolah.
“Na Amfoang ini adalah daerah 3T, tentunya kita tau bersama. Jadi saya pikir ini menjadi dasar dan juga kebutuhan utama agar adanya pembenahan jembatan, agar pemberdayaan ekonomi masyarakat secara umum dapat membaik sehingga konsep dari hulu ke hilir bisa berjalan dengan baik”, ungkapnya. (Yuantin)












