KabupatenKupang_IndoNusra.com– Jelan peringatan HUT RI Ke-80 tingkat Kabupaten Kupang, Pemerintah Kabupaten Kupang menyelenggarakan Pameran Expo Pembangunan dan UMKM Maju, Menuju dan Sejahtera dengan Thema “Bangkit, Bersatu, Menuju Kupang Emas”, sehingga membuat Pemerintah Kecamatan Se-Kabupaten Kupang turut berpartisipasi yang terpusat di Civic Center, Oelamasi, Kantor Bupati Kupang.
Bentuk partisipasi dari setiap Kecamatan ini berupa Pameran Hasil Kerajinan Tangan, hasil olahan pangan lokal, dan juga Jenis-jenis tanaman holtikultura yang dapat menghidupkan UMKM.
Sehingga dari stan pameran expo pembangunan dan UMKM ini, Kecamatan Amarasi Barat dapat memarkan ciri khas kain tenunan dan motif dari Amarasi berupa Selimut, dan juga Sarung, serta beberapa jenis motif Amarasi yang di pamerkan.
Suasana pada Stan tersebut, secara pandangan kasat mata, selalu diselimuti motif Amarasi.
Kepala Desa Nekbaun, Ruben J. Zacharias kepada media ini Dua (2) hari lalu mengatakan, dengan adanya pameran expo pembangunan dan UMKM di Kantor Bupati Kupang, dari Kecamatan Amarasi Barat memamerkan beberapa jenis pangan lokal yang sudah di bagi Tiap-tiap Desa.
Serta Kain Adat berupa Sarung dan Selimut, serta Selendang yang bermotif Amarasi.

“Jadi semua desa wajib untuk bawa dia punya hasil karya tangan dan olahan pangan lokal dan juga membawa motifnya berupa Salempang, Kain Laki-laki (Kae Muti), dan Kain Perempuan (Tae Roni)”, tuturnya.
Seperti Jenis Motif yang ada itu yakni, Motif Korkase, Bao Neki, Kaimanfafa, Kretmano’o, Noeriu, Kaine’e, Kretpanbuat, Panbuaana, dan Lain-lain.
Dikarenakan, khusu di Amarasi saja terdapat kurang lebih sebanyak 60 jenis motif.
Selain itu, Ada juga beberapa jenis UMKM Cemilan, dan pangan lokal, serta dari hasil tenunan berupa Tas, Sepatu, Dompet, dan juga Kerajinan Tangan berupa tempat sirih pinang. Inilah semua hasil yang dibawa dari 7 Desa 1 Kelurahan di Kecamatan Amarasi Barat.
Salah satu pengrajin Tenun, Yuliana Neparasi Meo warga Kelurahan Tunbaun kepada media mengatakan bahwa saat tenun seperti ini hasil terakhir yang nantinya akan dijadikan sebagai satu sarung.
“Kalau fokus untuk cepat selesai ya sekitar 24 jam. Ternyata saat adanya pameran seperti ini baru kita ketahui bahwa Potensi-potensi yang ada di Kabupaten Kupang ini banyak. Seperti Kayu yang biasa digunakan untuk pewarna kain. Jadi potensi alamnya cukup bagus dan banyak”, urainya.
Potensi-potensi seperti ini baginya, perlu adanya dorongan bagi Anak-anak Muda agar bisa menangkap peluang yang berpotensi ke depan. (Yuantin)






