Daerah  

Pemkab Kupang di Dukung UNICEF dan Pemerintah Korea serta YKMI Gelar Diseminasi Monitoring Terpadu

Ket. Foto: Pose Bersama
Ket. Foto: Pose Bersama

Kupang_IndoNusra.com Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang dengan dukungan UNICEF Kantor Perwakilan NTT dan NTB, Pemerintah Korea bersama Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Monitoring terpadu peningkatan layanan air, sanitasi, dah hygiene (WASH) serta pengelolaan limbah yang tangguh terhadap iklim dan inklusif yang ada di setiap puskesmas, hari Kamis (04/12).

Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan temuan, evaluasi, rekomendasi dan rencana tindak lanjut dari kegiatan pemantauan bersama terhadap peningkatan kualitas fasilitas WASH di 26 puskesmas di Kabupaten Kupang yang berlangsung di hotel sotis Kupang, NTT.

Diseminasi ini merupakan kelanjutan dari kegiatan monitoring terpadu peningkatan layanan air, sanitasi, dah hygiene (WASH) serta pengelolaan limbah yang tangguh terhadap iklim dan inklusif di 15 puskesmas yang menerima program rehab ringan peningkatan kualitas fasilitas WASH.

Secara keseluruhan peningkatan kualitas fasilitas WASH ini dilaksanakan di 26 puskesmas yang ada di Kabupaten Kupang.

Diseminasi monitoring terpadu ini merupakan wujud dari keterbukaan dan partisipasi semua pihak dalam memonitor pelaksanaan program yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kupang dengan dukungan UNICEF dan YKMI.

Manager YKMI, Tatang Husaini dalam sambutan menyampaikan bahwa monitoring terpadu langsung ke lapangan telah berjalan dengan baik, dan bertujuan menginformasikan kemajuan program peningkatan kualitas fasilitas WASH di puskesmas kepada seluruh pihak terkait.

Seperti Pemerintah Provinsi NTT yaitu Bapperida Provinsi NTT dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Kupang yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, BP4D Kabupaten Kupang, GARAMIN, HAKLI, BMKG, Poltekes Kemenkes Kupang dan pemangku kepentingan lainnya.

Monitoring langsung ke lapangan dilakukan untuk mengevaluasi secara nyata hasil rehab ringan, memastikan sarana yang sudah 100% dapat dimanfaatkan, dan menindaklanjuti yang belum selesai.

Baca Juga  Gunakan Uang Pribadi, Yosef Lede Serahkan Kunci Rumah Bantuan bagi Janda Maria Metnope

Hasil monitoring akan menjadi dasar untuk proses penyempurnaan sebelum penyerahan kepada pemerintah daerah, serta diharapkan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi YKMI, Unicef, pemerintah daerah, dan puskesmas, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam penyelesaian program.

Ia mencontohkan manfaat nyata di lapangan, seperti di Puskesmas Lelogama, Fatumonas, Batakte, Poto, Camplong dan lainnya yang kini telah memiliki akses air bersih yang sangat diperlukan dalam pelayanan kepada pasien.

Kepala UNICEF Kantor Perwakilan NTT dan NTB yang diwakili oleh Ibu Rostia La Ode Pado dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim monitoring atas kerja sama dalam mengevaluasi progres rehab ringan peningkatan kualitas fasilitas Air, Sanitasi, Higiene, dan Pengelolaan Limbah yang tangguh iklim dan inklusif di puskesmas.

Pemda Kabupaten Kupang dengan dukungan UNICEF, Pemerintah Korea dan YKMI telah melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari kick-off, assessment, hingga penyusunan perencanaan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka Panjang untuk peningkatan kualitas fasilitas WASH di Puskesmas, serta melakukan rehab ringan di 26 puskesmas dengan fokus pada indikator air, sanitasi, limbah, dan higiene tangan.

Harapannya, dukungan ini dapat membantu seluruh puskesmas mencapai status hijau dalam indikator Kesling Plus.

Unicef juga mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, untuk melanjutkan pelaksanaan assessment Kesling Plus agar kepala puskesmas dan tenaga Kesehatan lingkungan rutin melakukan pemantauan dan pelaporan setiap 6 bulan sekali setiap tahunnya dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.

Serta menjadikannya sebagai dasar rencana tindak lanjut agar tidak ada lagi indikator merah dan kuning.

Selain itu, diharapkan adanya dukungan CSR dapat memperluas manfaat peningkatan kualitas fasilitas WASH ini, tidak hanya untuk layanan masyarakat yang datang berkunjung ke Puskesmas tetapi juga untuk kenyamanan para staff yang bekerja di Puskesmas.

Baca Juga  Bupati Kupang Minta Perangkat Daerah Berikan Pelayanan Terbaik Terhadap Publik 

Air yang aman, fasilitas cuci tangan yang berfungsi, jamban yang ramah terhadap Perempuan, lansia dan difabel, pelaksanaan kebersihan dan pembersihan sangat penting terutama untuk meningkatkan kesehatan yang terkait dengan kesehatan kehamilan, bayi baru lahir dan anak, serta melaksanakan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang diperlukan untuk mencegah resistensi antimikroba.

Sementara, Kepala BP4D Jhony Tungga menyatakan bahwa hasil monitoring dua hari lalu merupakan langkah baik untuk melihat langsung kondisi pelayanan air aman, sanitasi, sarana cuci tangan, dan pengelolaan limbah di tingkat kabupaten.

Tujuannya adalah agar hasil evaluasi ini dapat menghasilkan masukan dan rekomendasi bagi Pemerintah Daerah khususnya Dinas Kesehatan serta puskesmas, sekaligus membangun komitmen bersama pasca hasil akhir.

Ia menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan di 26 lokasi dan berharap proses ini dapat mendukung penyediaan sumber air bagi puskesmas.

Meski masih dalam tahap penyelesaian, BP4D berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh pembangunan hingga 100%.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang, Dinas Kesehatan, Unicef, Pemerintah Korea dan YKMI serta semua pihak yang hadir serta mendukung peningkatan layanan kesehatan di seluruh puskesmas di Kabupaten Kupang.

Selama acara, 6 tim monitoring mempresentasikan hasil evaluasi lapangan dari berbagai puskesmas, antara lain PKM Baun, Baumata, Pakubaun, Fatukanutu, Naibonat, Camplong, Oelbiteno, Sulamu, Poto, Lelogama, Fatumonas, Takari, Oesao, dan Tarus.

Sesi diskusi dan tanya jawab dipandu oleh moderator dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan BP4D, menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang,YKMI, Unicef, berbagai pihak yang hadir dan pihak Puskesmas.

Rekomendasi tersebut akan menjadi dasar untuk menyusun rencana tindak lanjut dan memperkuat komitmen bersama dalam mempercepat penyelesaian program.

Baca Juga  IBI Kabupaten Kupang Gelar Muscab dan Pemilihan Ketua Periode 2025-2030

Selain itu, acara juga menjadi ajang berbagi pembelajaran dan praktik baik dalam peningkatan kualitas fasilitas WASH yang berkelanjutan di Puskemas.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTT, Pemkab Kupang, berbagai pihak yang hadir dengan dukungan Unicef, Pemerintah Korea dan YKMI berharap dapat mendorong peningkatan kualitas fasilitas dan layanan kesehatan lingkungan di puskesmas, sekaligus mendukung pencapaian target air aman, sanitasi dan higiene yang inklusif serta berketahanan iklim di tingkat daerah. (***)

Penulis: Boy LoinatiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *