
Penyerahan Hadiah oleh Ketua Pemuda GMIT Luz Fatukoa, Rian Nau Kepada Peserta Pemenang Lomba Lufut.
Kupang_IndoNusra.com– Untuk memeriahkan Bulan Bahasa dan Budaya, terdapat 12 Peserta lomba Lufut di GMIT Luz Fatukoa, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT mengadakan lomba Lufut antar Rayon hari Rabu, (27/05) sore.
Dengan thema yang di angkat, ‘Langkah Iman Dalam Irama Budaya’ Ketua Majelis Jemaat Luz Fatukoa, Pdt. Marlin Elen Pie Saiya Bani pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini dapat Menjadi wadah untuk memperat persekutuan.
Tarian Lufut yang akan di tampilkan ini menunjukan nilai kebersamaan, kekompakan dalam suka cita.
Ia berharap setiap rayon dapat mengikuti kgtan ini dengan penuh suka cita. Saling menjaga, junjung sportifitas. Menang atau kalah itu sebagai hal biasa.
Namun yang di harapkan adalah partisipasi, penuh damai suka cita dalam kehidupan Gereja.
“Bagi para juri kita yang ada ini merupakan juri yang profesional. Jadi yang kalah jangan kecewa, yang diharapkan adalah partisipasi bagi gereja”, beber Pdt. Marlin.
Ketua Panitia, Alfred Kamlasi dalam menyampaikan laporan panitia mengatakan bahwa dalam memperat tali persaudaraan, membangun persekutuan yang harmonis antar jemaat, serta menyalurkan bakat olahraga pemuda jemaat di lingkungan GMIT Luz Fatukoa, maka dilaksanakan kegiatan lomba Lufut antara rayon.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi yang sehat, tetapi juga menjadi momentum memupuk rasa kebersamaan dan sportivitas sebagai satu tubuh di dalam Kristus.

Tujuan dari kegiatan ini yakni, meningkatkan rasa persekutuan dan kebersamaan antar anggota jemaat dari berbagai rayon di GMIT Luz Fatukoa, mengembangkan kemampuan dan potensi peserta.
Melatih disiplin, kerja keras dan sportivitas, dan melestarikan budaya seni tari khususnya Tari Lufut.
Ia menambahkan bahwa Lomba Lufut seperti ini baru pertama kali, dan dengan harapan ke depan dapat di selenggarakan lagi.
“Karena ini untuk memupuk potensi budaya adat yang ada di wilayah kita, walaupun sederhana seperti ini tapi ini sebagai bentuk mempererat persaudaraan. Apa lagi di jaman sekarang sudah canggih, jangan sampai kita lupa budaya kita”, urainya.
Peserta lomba yang turut berpartisipasi dalam kegiatan yang di laksanakan oleh GMIT Luz Fatukoa yakni 12 tim, dari 11 Rayon yaitu, dari Rayon 1 hingga Rayon 11, namun di rayon 2 terdapat 2 tim yang daftar sehingga peserta bertambah hingga 12 tim.
Pantauan media ini, Lomba Lufut yang berlangsung itu berjalan dengan baik dan meriah dan di pandu langsung oleh Pembawa acara (MC), Bella Amu serta penilaian yang baik oleh ketiga dewan juri yakni, Ephy Bantaika, Ima Usman, dan Ricky Tanangkolang.
Tim dewan juri memutuskan bahwa yang keluar sebagai pemenang itu adalah harapan satu nomor urut 04, rayon 04, sementara di juara 3 jatuh pada rayon 09, nomor urut 09, juara 01 nomor urut 08 dari rayon 07, sementara rayon 11 mendapatkan juara 2.
Kemudian bagi para juara di berikan uang tunai dan juga piagam.
Turut hadir, Pdt. Marlin Elen Pie Saya Bani Pdt. Emeritus Djoko Priyono, Prespiter, Tokoh Agama, Dewan Juri, Ketua Pemuda, Rian Nau, Tokoh Masyarakat, dan Panitia, serta para Peserta. (Yauntin)

