Religi

Wagub NTT, Perempuan Beriman harus Berkarakter dan Berdampak

13
×

Wagub NTT, Perempuan Beriman harus Berkarakter dan Berdampak

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma saat Menyampaikan Sambutannya.
Keterangan: Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma saat Menyampaikan Sambutannya.

Kupang_IndoNusra.com Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga dan masyarakat melalui iman yang kuat, karakter yang baik, serta tindakan nyata yang memberikan dampak positif.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Sarasehan Wanita GPdI NTT yang mengusung tema “Wanita yang Beriman, Berkarakter dan Berdampak.” di Hotel Sasando Kupang pada Selasa, (15/09).

“Beriman berarti memiliki hati yang teguh kepada Tuhan dan menjadikan firman-Nya sebagai dasar. Berkarakter berarti menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam sikap, kejujuran, kasih, kesetiaan dan tanggung jawab. Sedangkan berdampak berarti tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi menjadi berkah bagi keluarga, masyarakat, dan gereja,” tegas Wagub Johni Asadoma.

Ia juga menyampaikan pesan reflektif yang mengutip ayat Alkitab dari Amsal 31:25 mengenai keteguhan dan peran penting perempuan dalam keluarga maupun masyarakat.

“Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan. Ini menggambarkan sosok perempuan yang kuat, bijak, dan penuh harapan untuk menjadi berkat bagi keluarga dan lingkungannya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Wagub Johni mengajak kaum Wanita GPdI NTT untuk terus memperkuat iman, membina karakter, mempererat persekutuan dan kebersamaan, sekaligus memperluas wawasan agar mampu menghadirkan dampak positif. Pesan utama kegiatan ini menegaskan bahwa perempuan tidak cukup hanya menjadi penonton, melainkan harus tampil sebagai pelaku perubahan.

“Tidak hanya menerima berkat, tetapi bagaimana kita juga dapat menjadi berkat bagi orang lain,” ujarnya menekankan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong kaum wanita GPdI agar tidak sekadar berbicara tentang iman, tetapi sungguh-sungguh hidup di dalam iman dan mewujudkan firman Tuhan melalui tindakan nyata sehari-hari.

“Wanita yang beriman diharapkan memiliki dasar yang kokoh di dalam Kristus, sementara karakter dibangun melalui kehidupan yang sesuai dengan firman Tuhan. Dari iman dan karakter tersebut, lahirlah kehidupan yang berdampak, menghadirkan semangat, kepedulian, integritas, serta kasih Kristus di mana pun berada,” tambah Wagub.

Kegiatan ini diikuti oleh 216 peserta yang merupakan ibu-ibu gembala GPdI dari berbagai wilayah di NTT.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Daerah GPdI NTT Pdt. Abraham Nenobais, Komisi Pusat Pdt. Rachel, pengurus Pelayanan Wanita (Pelwab) Pusat, narasumber sarasehan dari Komda GPdI Pusat, jajaran Kementerian Agama tingkat Provinsi NTT dan Kota Kupang, Ketua Wilayah I GPdI NTT beserta jajaran pengurus, para pendeta, gembala, serta para hamba Tuhan.

Rangkaian kegiatan Wanita GPdI NTT ini tidak hanya berfokus pada penguatan spiritual, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial nyata.

Sejumlah kegiatan pra-acara yang telah dilaksanakan antara lain, kerja bakti pembersihan di Pantai Warna Oesapa dan lingkungan Hotel Sasando, aksi donor darah bekerja sama dengan PMI Provinsi NTT, pemeriksaan kesehatan gratis berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang, Dinkes Provinsi NTT, dan Puskesmas Sikumana, pemeriksaan kesehatan reproduksi Wanita dan pelayanan pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Ketua Majelis Daerah GPdI NTT, Pdt. Abraham Nenobais, memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Komisi Wilayah GPdI NTT serta panitia pelaksana. Ia berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan penuh sukacita dan senantiasa dalam penyertaan Tuhan.

Sementara itu, Desi Lay mewakili panitia pelaksana menyampaikan terima kasih mendalam kepada Wakil Gubernur NTT atas kesediaan hadir, memberikan arahan, serta membuka kegiatan secara resmi.

Melalui kegiatan ini, Wanita GPdI NTT diharapkan semakin memahami makna beriman, berkarakter, dan berdampak, sehingga mampu menjadi pribadi yang senantiasa membawa kasih, integritas, dan harapan bagi keluarga, gereja, serta masyarakat luas. (BAPNTT/FT/Dok. Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *