Pendidikan

Pembangunan Revitalisasi UPTD SD Inpres Noelbaki Telan Anggaran 4 Milliar

81
×

Pembangunan Revitalisasi UPTD SD Inpres Noelbaki Telan Anggaran 4 Milliar

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Kepala Sekolah UPTD SD Inpres Noelbaki, Armada M. Anin, S.Pd.
Keterangan: Kepala Sekolah UPTD SD Inpres Noelbaki, Armada M. Anin, S.Pd.

KabKupang_IndoNusra.com Pembangunan Revitalisasi UPTD SD Inpres Noelbaki Menelan Anggaran Sebanyak Rp.4.278.129.443, Waktu Pelaksanaan 120 hari, Sumber Dana, APBN Tahun Anggaran 2026.

Kepala Sekolah (Kepsek), UPTD SD Inpres Noelbaki, Armada M. Anin ketika di wawancarai terkait di Sekolah hari Jumat, (18/09) siang mengatakan bahwa pihak Sekolah bersama mengadakan rapat MC-0 tertanggal 27 Juni dan tertanggal 29 Juni mulai mengadakan pembongkaran.

Dalam pembangunan sekolah ini sesuai dengan Juknis bersistem Swakelola yang mana harus berdayakan Masyarakat setempat. Dan juga untuk pembentukan panitia pembangunan dari pihak sekolah, dan masyarakat desa Noelbaki yang pimpin oleh Yeriaset Lulan, alias Adi.

“Kalau nilai pembangunan ini untuk perencanaan, pengawasan, dan fisik empat koma dua miliar”, bebernya.

Dengan nilai sebanyak itu, pembangunan sekolah ini terdiri dari pembangunan ruang kelas baru 9 ruangan, ruangan UKS 1, ruang Administrasi, Mes Guru, dan Toilet. Itu untuk pembangunan gedung yang baru.

Namun untuk rehabilitasi itu terdiri dari 12 ruang belajar, perpustakaan, serta rehabilitasi toilet.

Sejak di mulainya pembangunan sekolah, Dirinya mengaku bahwa awalnya untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi Siswa-siswi memang sedikit terganggu.

Karena semua gedung direhab, sehingga untuk sementara tidak semua ruangan harus di rehab tetapi beberapa ruangan di biarkan agar proses KBM bisa berjalan baik.

“Kalau awal-awal si memang sedikit terhambat. Karena kita disini semua gedung atau ruang kelas belajar di rehab. Cuman saya tahan beberapa ruangan agar jangan dulu di rehab, karena inventaris sekolah sangat banyak, makanya kemarin-red saya bilang rehab dulu ruangan kelas yang di bagian bawah. Nanti baru rehab lagi ruangan yang lainnya”, beber Kepsek.

Walaupun kondisi sekolah sangat darurat, tetap pihak sekolah mengupayakan agar proses KBM bagi Siswa-siswi tetap di jalankan.

Proses KBM ini memang awalnya dilaksanakan hanya 1 kali saja sejak pagi.

Namun dengan adanya pembangunan, maka pihak sekolah mulai terapkan agar proses KBM ini dapat dilaksanakan 2 kali yakni, pagi dan siang.

“Jadi kita pake sif-sifan. Awal-awal itu untuk kelas 1 dengan kelas 6 serta kelas 2 kita tukar. Dan juga kebetulan ruangan yang disebelah tidak dibongkar jadi kelas yang lain bisa manfaatkan itu ruangan. Serta kita juga manfaatkan balai dusun untuk proses kbm “, terangnya.

Sementara untuk sekarang, proses KBM sudah berjalan normal karena beberapa gedung juga di atap, walaupun proses pembangunan sekolah masih sementara berjalan.

Beberapa waktu lalu itu karena masih sementara pembongkaran sehingga siswa-siswi terpisah, jadi agak susah untuk melakukan pengawasan dalam proses KBM.

Ada pun kendala yang di alami oleh pihak sekolah yakni, Bahan. Karena ada beberapa material stoknya tidak ada di Kupang.

“Contoh seperti keramik. Karena di rab nya ukuran 60×60. Na di Kupang stoknya agak susah. Memang kemarin itu ada tapi sedikit. Sehingga masih pesan dari Surabaya, dan info dari tukang itu bahwa keramiknya baru tiba di pelabuhan. Makanya siswa-siswi yang tadinya di balai dusun sudah masuk kembali ke ruangan yang di sekolah ini”, katanya.

Ditanyai terkait adanya dugaan Interfensi dari pihak sekolah, Kepsek mengaku bahwa tidak ada.

“Tidak ada, karena memang untuk pekerjaan revit ini dari Dinas hanya membantu pengawasan, dan pendampingan. Tetapi kalau untuk Interfensi tidak ada. Kalau memang ada kendala, kami koordinasi dengan dinas untuk mendampingi kami”, ujarnya.

Harapannya, pekerjaan ini bisa cepat selesai sesuai dengan target. Agar Siswa-siswi dapat menjalankan proses KBM dengan aman. (Yuantin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *