Religi

Mendunia, Peletakan Batu Pertama Patung Kristus Memberkati di Semau oleh Gubernur NTT dan Bupati Kupang

8
×

Mendunia, Peletakan Batu Pertama Patung Kristus Memberkati di Semau oleh Gubernur NTT dan Bupati Kupang

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Patung Kristus Memberkati oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Bupati Kupang, Yosef Lede.
Keterangan: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Patung Kristus Memberkati oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Bupati Kupang, Yosef Lede.

KabKupang_IndoNusra.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Nando Suarez, Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas, dan Anggota DPRD Kabupaten Kupang, tokoh agama serta tokoh adat, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati di Tanjung Batu Kong, Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Senin (05/10).

Peletakan batu pertama tersebut menjadi tonggak awal pembangunan sebuah ikon baru di Pulau Semau yang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kupang dan Provinsi NTT, tetapi juga berkembang menjadi salah satu destinasi wisata religi berskala nasional bahkan internasional.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas gagasan dan keberanian Pemerintah Kabupaten Kupang untuk membangun Patung Kristus Memberkati.

Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan sebuah langkah besar yang lahir dari visi, keberanian dan keyakinan bahwa sesuatu yang besar dapat diwujudkan melalui kerja bersama.

“Ini momen besar bagi Kabupaten Kupang, bagi NTT, bahkan bagi Indonesia. Kalau Patung Kristus Memberkati ini sudah berdiri, kebanggaan terhadap patung ini bukan lagi hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Kupang atau Provinsi NTT, tetapi menjadi kebanggaan Indonesia”, ujarnya.

Gubernur Melki mengatakan, berdasarkan rencana yang disampaikan, pembangunan tersebut memiliki skala yang besar dengan bangunan fisik sekitar 20 meter dan patung setinggi sekitar 70 meter.

Dengan ukuran dan posisi strategisnya, Patung Kristus Memberkati dinilai memiliki potensi menjadi salah satu patung ikonik di Indonesia dan menarik perhatian dunia.

“Ini bukan lagi kelas kabupaten, bukan hanya kelas provinsi, tetapi kelas dunia. Karena itu, kita harus menyiapkan pembangunan ini dengan sebaik-baiknya”, ungkapnya.

Emanuel, juga mendorong agar pembangunan Patung Kristus Memberkati tidak hanya dilihat sebagai pembangunan fisik, tetapi dikembangkan secara terpadu sebagai kawasan wisata religi.

Ia berharap berbagai unsur gereja, baik Protestan maupun Katolik, dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam pengembangan kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan Patung Kristus Memberkati dapat menjadi bagian dari jejaring wisata religi di NTT yang terhubung dengan berbagai destinasi lainnya, termasuk destinasi wisata religi di Pulau Timor, Flores dan wilayah NTT lainnya.

“Ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata religi nasional. Karena itu, harus dikelola dengan baik dan dikembangkan secara terpadu sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat”, jelasnya.

Gubernur juga menekankan bahwa pembangunan tersebut harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kawasan Pulau Semau, menurutnya, memiliki peluang untuk berkembang melalui penyediaan homestay, hotel, usaha kuliner, UMKM serta berbagai kegiatan ekonomi yang mendukung pariwisata.

Ia juga mengapresiasi keberanian Bupati Kupang Yosef Lede dalam mewujudkan gagasan pembangunan tersebut.

“Jangan takut bermimpi besar. Mimpi besar harus disertai iman dan keyakinan yang besar bahwa Tuhan membuka jalan bersama kita”, ungkapnya.

Bupati Kupang Yosef Lede, menyampaikan bahwa pembangunan Patung Kristus Memberkati merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas dan potensi Pulau Semau.

Gagasan pembangunan tersebut telah direncanakan sejak sebelum dirinya bersama Wakil Bupati Aurum Titu Eki memimpin Kabupaten Kupang.

Karena itu, pembangunan Patung Kristus Memberkati menjadi salah satu komitmen yang kemudian diterjemahkan ke dalam program pembangunan daerah.

“Ini bukan karena kami sudah menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Gagasan ini sudah kami pikirkan sejak jauh hari. Kami ingin mempersembahkan sesuatu yang baik bagi Tuhan, bagi masyarakat dan bagi Kabupaten Kupang”, ujar Bupati Kupang.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan pembangunan yang memiliki nilai dan manfaat jangka panjang.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Patung Kristus Memberkati tidak berhenti pada pembangunan monumen, tetapi akan diikuti dengan penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Lokasi pembangunan memiliki posisi strategis karena menghadap ke arah Kota Kupang dan berada pada jalur yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata.

Karena itu, pemerintah akan terus mendorong pembangunan berbagai fasilitas pendukung, termasuk akses transportasi dan dermaga rakyat untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menunjang pengembangan destinasi wisata di Pulau Semau.

“Pembangunan ini kita harapkan bukan hanya menjadi ikon, tetapi juga membawa berkat bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan kawasan pendukung juga harus berjalan bersama”, ungkapkanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, DPRD Provinsi NTT, DPRD Kabupaten Kupang, tokoh agama, tokoh adat serta seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap pembangunan tersebut.

Dukungan lintas pihak menjadi kekuatan penting untuk memastikan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Turut hadir, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki; Anggota DPRD Provinsi NTT Jan Piter Windy; Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kupang Tome Dacosta; Wakil Ketua II Sofia Dehan; Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius S.J. Sanam; Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Jefri S. Bale bersama para Wakil Rektor; jajaran Forkopimda Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang; para Asisten Sekda Kabupaten Kupang; jajaran Komisaris dan Direksi Bank NTT; serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara Kristoforus Ukat. (Yuantin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *