
Keterangan: Kapolsek Amarasi Bersama Tim dan Keluarga Saat Mengadakan Koordinasi Bersama untuk Lakukan Pencarian.
KabupatenKupang_IndoNusra.com– Salah Satu Warga RT. 011/RW. 006, Dusun 3, Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT di nyatakan hilang beberapa hari yang lalu.
Berdasarkan informasi yang di peroleh media ini melalui Kapolsek Amarasi, IPTU Basilio Pareira Via Pesan WhatsAppnya hari Rabu,(04/03) malam menguraikan, berdasarkan informasi yang di terima dari Bhabinkamtibmas Desa Merbaun tertanggal 04 Maret 2026, Aipda Ferdi Lalan bahwa terdapat Warga RT. 011/RW. 006, Dusun 3, Desa Merbaun atas nama Yohanes Bureni telah keluar dari rumah sejak Minggu, (01/03/2026) sekitar pukul (09:00) wita.
Yohanis Bureni di kabarkan menuju rumah Anaknya Adrian Neparasi (Ana) di RT. 08/RW.04, Dusun 2, Desa Nekbaun dan hingga saat ini belum pulang ke rumah.
Kapolsek Amarasi menerangkan, Adapun Saksi-saksi yang telah di mintai keterangan (Melihat), 1). Daniel Makasar RT.011/RW.06, Dusun 03, Desa Merbaun, 2). Ruben Bureni warga RT.12/RW.06, Desa Merbaun, 3). Yakob Amtiran RT 01/RW.01, Dusun 1, Desa Nekbaun, dan saksi 4). Abraham Konis warga RT.01/RW.01, Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat.
Iptu Basilio menceritakan bahwa menurut Saksi 1, pada hari Minggu, 01 Maret sekitar pukul 09:00 wita, saksi 1 pulang dari Gereja ke rumah, Ia membawa makanan ke Yohanis Bureni, Sara Bureni alias Mama Sara (Istri) agar sarapan pagi.
Setelah Saksi 1 tiba di rumah, saksi 1 hanya melihat Mama Sara duduk sendiri di tera depan rumah. Saksi 1 bertanya kepada mama sara tentang keberadaan Yohanes Bureni. Namun sara mengatakan bahwa Yohanes Bureni ke Noforibis, rumah keluarga atas nama Ana.
“Saksi 1 tiba dirumah hanyalah melihat mama Sara duduk sendiri diteras depan rumah, kemudian saksi 1 tanya kepada mama Sara dengan berkata “Bapa dimana” jawab mama sara “Bapak ada ke Neforibis di susi ana dong” kemudian saksi 1 bilang “Mama Makan sudah karena saya (saksi 1) mau pergi lihat sapi dikebun, sekitar pukul 15.00 wita saksi 1 kembali dari kebun menuju rumah tofa dan sekitar pukul 16.20 wita saksi 1 pergi kerumah mama Sara lagi untuk mengecek bapak Nani akan tetapi mama Sara bilang belum datang, kemudian saksi 1 kembali lagi untuk melihat sapi di kebun dan sekitar pukul 17.30 wita saksi 1 kembali lagi kerumah mama sara dan menanyakan lagi terkait bapak Nani dan saat itu juga mama Sara menjawab bahwa bapak Nani belum pulang”, urai Kapolsek Amarasi terkait kejadiannya.
Hingga tanggal 03 Maret 2026, Yohanis Bureni tidak ditemukan, Para Saksi-saksi dan keluarga melaporkan ke Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Amarasi.
Setelah menerima laporan, Kapolsek Amarasi bersama Personilnya melakukan Apel kesiapan pencarian Orang hilang di Desa Merbaun, dan selanjutnya Kapolsek menghubungi Tim SAR Kota Kupang agar Bersama-sama kelokasi pencarian.
Tibanya Kapolsek Amarasi bersama Personil, Tik SAR Kota Kupang, dan Bhabinkamtibmas Desa Nekbaun serta Kepala Desa mengadakan rapat bersama menuju rumah Adrian Neparasi di RT.08/RW.04, Dusun 02, Desa Nekbaun
Selanjutnya Kepolisian, Kepala Desa Merbaun, Desa Erbaun, Desa Nekbaun dan Tim SAR Kota Kupang menuju ke rumah Adriana Neparasi dan mencari Yohanes Bureni di Hutan atau Kebun Warga.
“Sebelum pencarian, Kepolisian bersama Tim dan Keluarga mengadakan Doa bersama agar dalam pencarian, Yohanis Bureni bisa di temukan sesuai dengan keinginan keluarga. Tapi sayang, Yohanis Bureni tidak di temukan”, ungkap Kapolsek.
Tambahnya, sesuai informasi yang di peroleh dari anak piaraan, Daniel Makasar bahwa sejak Yohanes Bureni keluar dari rumah menggunakan Kameja warna Abu-abu, Tas sirih pinang warna hitam, sebilah parang kampung terlilit di pinggangnya, sldan sampai saat ini belum kembali ke rumah.
“Sehingga keluarga bersama pemerintah desa setempat dan warga desa Merbaun dan desa Nekbaun sudah berusaha melakukan pencarian sejak hari senin tanggal 02 Maret 2026 sampai dengan hari selasa tanggal 03 Maret 2026 sehingga keluarga memberitahukan kejadian tersebut via telepon kepada bhabinkamtibmas Desa Merbaun dan Desa Erbaun. Daniel Makasar menjelaskan bahwa selama ini bapak Yohanes bureni alias Ba’i Nani tidak ada penyakit yang diderita dan tidak mengalami gangguan jiwa”, tulis IPTU Basilio. (Yuantin)

