Ekonomi

Bantuan Alsintan dan Benih Bagi Poktan di Kabupaten Kupang Terus di Distribusikan

10
×

Bantuan Alsintan dan Benih Bagi Poktan di Kabupaten Kupang Terus di Distribusikan

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Bupati Kupang, Yosef Lede S.H Foto Bersama Beberapa Anggota DPRD Kabupaten Kupang, serta Ketua Kelompok Tani.
Keterangan: Bupati Kupang, Yosef Lede S.H Foto Bersama Beberapa Anggota DPRD Kabupaten Kupang, serta Ketua Kelompok Tani.

KabKupang_IndoNusra.com– Bupati Kupang, Yosef Lede, bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Sofia Dehaan, dan Anggota DPRD Kabupaten Kupang Mesak Mbura, Felsiano Amaral, Rudin Amtiran, Deasy Ballo-Foeh, Yusuf Tanu, serta Yermias Pellokila menyerahkan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), sarana produksi, dan benih kepada Kelompok Tani (Poktan) di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Senin (19/10) pagi.

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mendukung aktivitas pertanian, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Dalam sambutannya, Bupati Kupang menegaskan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan yang berperan penting dalam mewujudkan visi pembangunan Menuju Kabupaten Kupang Emas.

Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan dukungan bagi petani, termasuk melalui perjuangan memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.

“Bantuan ini adalah berkat yang harus diterima dan dikelola dengan baik. Saya bersama pimpinan dan anggota DPRD terus berjuang agar bantuan dari pemerintah pusat dapat masuk ke Kabupaten Kupang dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat”, ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan pertanian yang disalurkan saat ini merupakan bagian dari alokasi yang diperjuangkan pemerintah daerah bersama DPRD. Penyalurannya dilakukan secara bertahap karena kebutuhan petani masih cukup besar dan belum seluruhnya dapat dipenuhi dalam satu waktu.

Ia menyoroti kondisi cuaca panas berkepanjangan yang berpotensi memengaruhi kegiatan pertanian.

Oleh sebab itu, bantuan pompa air diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengairan lahan dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia, seperti sumur dan aliran sungai, sesuai kondisi masing-masing wilayah.

“Saya minta bantuan ini benar-benar digunakan untuk mendukung usaha pertanian. Kalau mendapat pompa air, gunakan untuk mengairi lahan. Benih jagung dan padi harus ditanam, sedangkan bantuan lainnya juga harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Jangan disimpan atau dijual, tetapi gunakan agar menghasilkan dan meningkatkan pendapatan keluarga”, tegasnya.

Pemerintah menginginkan bantuan yang diberikan mampu mendorong petani mengelola lahan secara produktif, meningkatkan hasil pertanian, serta memperoleh pendapatan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pendidikan anak, dan pembangunan rumah.

Ia juga meminta agar pemanfaatan Alsintan dilakukan secara bersama-sama melalui kelompok tani sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota.

Apabila peralatan mengalami kerusakan, kelompok tani diminta segera melaporkannya kepada pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti.

“Kalau alatnya rusak, sampaikan kepada pemerintah. Yang penting alat itu digunakan dan lahan-lahan yang ada dikelola dengan baik. Jangan sampai bantuan hanya disimpan karena takut rusak. Lebih baik digunakan untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu bagi petani”, ungkapnya.

Pembangunan Kabupaten Kupang Emas bukan semata-mata tentang kekayaan sumber daya alam, melainkan terwujudnya masyarakat yang sejahtera, maju, dan makmur.

Untuk itu, ia mengajak petani agar terus bekerja, memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab, serta tidak berhenti mengusulkan kebutuhan pertanian yang masih diperlukan.

Ia mengapresiasi dukungan DPRD dan jajaran Dinas Pertanian dalam memperjuangkan serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan DPRD perlu terus diperkuat agar berbagai program pembangunan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Sofia Dehaan menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam memperjuangkan bantuan bagi petani.

Ia menegaskan bahwa DPRD merupakan mitra pemerintah daerah yang memiliki tanggung jawab bersama untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian perlu terus diperkuat karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Ia juga menyebutkan bahwa DPRD terus mendorong berbagai program bantuan bagi masyarakat, termasuk sektor perikanan dan peternakan.

“Kami di DPRD mendukung upaya pemerintah daerah agar berbagai bantuan dapat sampai ke tangan petani, nelayan, dan peternak. Kolaborasi ini penting demi kemajuan masyarakat Kabupaten Kupang”, ujarnya.

Ia mengingatkan para penerima agar tidak menjadikan bantuan sebagai milik pribadi pengurus kelompok semata.

Sebaliknya, seluruh peralatan harus dikelola secara terbuka dan digunakan secara bergiliran sehingga memberikan manfaat bagi semua anggota kelompok tani.

“Bantuan baru akan memberikan nilai tambah apabila digunakan dengan baik. Jangan sampai alat hanya berada di rumah ketua kelompok dan tidak dimanfaatkan oleh anggota lainnya. Kita ingin bantuan ini benar-benar mendukung usaha pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani”, tegasnya.

Ia berharap pemanfaatan bantuan tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Kupang. Menurutnya, selain dukungan pemerintah, kemauan dan kerja keras petani juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Pada kesempatan yang sama, Mewakili Ketua Poktan , Bapak Kelin menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada kelompok tani.

Ia berharap dukungan terhadap sektor pertanian dapat terus berlanjut, termasuk pemenuhan kebutuhan sarana pengairan dan fasilitas pendukung lainnya agar petani dapat mengembangkan usaha secara lebih optimal.

Adapun bantuan yang diserahkan meliputi 50 unit pompa air, satu unit alat pengering jahe, tiga unit tandon air untuk petani tembakau, dua unit mesin pembuat Virgin Coconut Oil (VCO), tiga unit hand sprayer, satu paket benih cabai beserta sarana produksi berupa pupuk organik dan mulsa, serta bantuan benih jagung dan benih padi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *