Pendidikan

Pertama di Kabupaten Kupang, UPTD SMP Negeri 1 Kupang Tengah Memiliki Murid Terbanyak

21
×

Pertama di Kabupaten Kupang, UPTD SMP Negeri 1 Kupang Tengah Memiliki Murid Terbanyak

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Kepala Sekolah (Kepsek) UPTD SMP Negeri 1 Kupang Tengah, Alfrit A. Anabanu, S. Pd.
Keterangan: Kepala Sekolah (Kepsek) UPTD SMP Negeri 1 Kupang Tengah, Alfrit A. Anabanu, S. Pd.

KabKupang_IndoNusra.com– UPTD SMP Negeri 1 Kupang Tengah (Kuteng) Memiliki Siswa-siswi (Murid) Terbanyak di Semua UPTD SMP yang ada di Kabupaten Kupang.

Hal ini mencatat bahwa salah satu UPTD SMP yang pertama kali di Kabupaten Kupang mempunyai Siswa-siswi paling terbanyak yakni, 913 Orang.

Awalnya mencapai Ribuan Orang, namun adanya perubahan Tata Tertib di ke Pemimpinan Sekolah yang baru, sehingga berkurang.

Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 1 Kupang Tengah, Alfrit A. Anabanu ketika di wawancarai di ruang kerjanya Rabu (28/10) mengatakan bahwa, untuk sementara jumlah Siswa-siswi di UPTD SMP Negeri 1 Kupang Tengah sebanyak 913 Orang.

Dari 913 Orang ini terbagi dalam 30 Rumah Belajar (Rumbel). Masing-masing tingkat itu untuk Kelas 7, 10 Rumbel, Kelas 8, 10 Rumbel, dan Kelas 9, 10 Rumbel. Sehingga totalnya itu 30 Runbel.

“Dari tiga puluh ruang belajar ini, selain jumlah Siswa-siswi 913 orang, saya juga memiliki guru, dan teknik ini sebanyak 64 orang”, jelasnya.

Untuk proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semuanya berjalan dengan lancar. Karena fasilitas sekolah ini sangat lengkap dan laut biasa, terlebih ruang kelasnya.

“Jadi kami belajar untuk tiga puluh ruang belajar itu kami belajar satu sif yaitu pagi hari”, terangnya.

UPTD SMP Negeri 1 Kupang Tengah ini, sebelumnya total Murid itu sebanyak 1000 lebih. Tapi dalam perkembangan, banyak sekolah yang mulai membangun, sehingga banyak Siswa-siswi pindah, maka dari total 1000 lebih itu adanya kekurangan menjadi 913 orang.

Akan tetapi, jumlah Siswa-siswi dari Tahun ke tahun tidak pernah kirang dari 900. Tetap berada di 900 ke atas. Artinya, untuk Kupang Tengah walaupun banyak sekolah baik itu negeri maupun sekolah swasta.

UPTD SMP Negeri 1 Kupang Tengah sendiri di apit oleh beberapa sekolah negeri dan swasta. Tapi animo masyarakat untuk memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah ini untuk titipkan Anak-anak agar mengenyam ilmu pendidikan masih sangat tinggi, dan luar biasa adanya.

Tambahnya, berdasarkan data yang di peroleh bahwa, ukuran jumlah Siswa-siswi untuk Kabupaten Kupang khususnya SMP, UPTD SMP Negeri 1 Kupang Tengah ini merupakan sekolah dengan jumlah Murid Terbanyak di kabupaten kupang.

Harapannya, sebagai Kepsek tentu mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mendesain sehingga semua proses KBM di sekolah ini bisa dapat berjalan dengan baik.

“Tentunya, apa yang saya harapkan ke depan itu, tidak bisa berjalan apa bila tidak adanya komunikasi dan kerja sama dari orang tua murid, pemerintah setempat maupun kami para guru-guru yang ada di sekolah ini”, beber Alfrit akrab di sapa.

Cita-citanya ke depan, Ia dengan penuh berharap, sekolah ini tidak hanya di kenal di kabupaten kupang, tetapi di kenal ke luar daerah atau nasional.

Semuanya ini tergantung dari pemimpinnya, dikarenakan jika menginginkan satu kemajuan, maka hal yang pertama yang perlu di perhatikan itu adalah menjunjung tata tertib.

Tata tertib yang pertama itu yakni, disiplin. Setelah itu baru memulai dengan menjalankan apa yang di programkan dalam sekolah ini baik itu Guru dan Siswa-siswi untuk menjalankan KBM lebih baik lagi. Terlebih, selain pengetahuan, karakter juga sangat penting.

Berkaitan dengan karakter, pihaknya sudah memulainya dan termasuk dalam tata tertib. Sebelumnya, Ia mengundang 913 Orang Tua/Wali murid untuk rapat bersama.

“Dalam rapat bersama, draft yang sudah saya buat, saya sampaikan kepada orang tua/wali murid dan di sepakati bersama. Setelah itu buat pernyataan atau berita acara untuk kami sama-sama sepakati tata tertib yang kami buat dan siap untuk diterapkan di sekolah. Dan puji tuhan semua berjalan baik. Awal saya datang, banyak kasus yang terjadi. Baik itu perkelahian, keterlambatan banyak terjadi. Tapi setelah saya pindah di sekolah ini saya menyusun tata tertib dan sepakati bersama dan kami terapkan maka akhir-akhir ini keterlambatan guru dan siswa sudah sudah mulai berkurang walaupun belum 100 persen”, ujarnya. (Yuantin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *