Pendidikan

Sekda Kabupaten Kupang Buka Pelatihan Panduan Teknis Penyelenggaraan Implementasi MBG dan Edukasi Saruan Gizi Pendidikan

13
×

Sekda Kabupaten Kupang Buka Pelatihan Panduan Teknis Penyelenggaraan Implementasi MBG dan Edukasi Saruan Gizi Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Foto Bersama.
Keterangan: Foto Bersama.

Kupang_IndoNusra.com– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Meteldius S. J. Sanam Resmi Membuka Pelatihan Panduan Teknis Penyelenggaraan Implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Edukasi Gizi Satuan Pendidikan Kabupaten Kupang di Hotel Neo-Asthon Kupang, Selasa, (20/10) pagi.

Sekda Kabupaten Kupang, dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing merupakan fondasi utama dalam me wujudkan Cita-cita yang besar untuk menuju, ‘Generasi Emas Indonesia 2045’.

“Namun hal ini kita tidak menutupi kenyataan bahwa tantangan gizi anak masih menjadi pekerjaan rumah bersama”, ungkap Teldi akrab di sapa.

Lebih lanjut, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di kabupaten kupang berada di angka 39,5 persen di Tahun 2024.

“Angka ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bekerja keras dan mengambil langkah-langkah nyata, tidak hanya untuk menurunkan angka stunting, tetapi juga mengatasi masalah wasting anemia, hingga kelebihan berat badan pada anak-anak kita”, ujarnya.

Program MBG yang di usung sebagai program prioritas nasional hadir sebagai solusinya. Program ini tidak sekedar membagikan makanan, anemia, namun membawa misi besar.

Memenuhi kebutuhan gizi harian peserta didik, meningkatkan fokus, kesehatan, dan prestasi belajar anak di sekolah, serta membangun budaya dan kebiasaan hidup sehat melalui integrasi edukasi gizi dan UKS.

Perlu di ketahui bahwa, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada standar keamanan pangan dan tata kelola yang ketat. Makanan yang di sajikan harus aman, higenis, dan terbebas dari resiko kontaminasi.

Pelatihan selama tiga hari ini diikuti peserta dari 25 PAUD dan 19 SD sasaran. Materi pelatihan mencakup tata kelola MBG, keamanan pangan, higiene dan sanitasi, pemantauan pertumbuhan anak, pelaporan digital, serta edukasi gizi seimbang.

“Saya meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi dengan para fasilitator. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan di sekolah agar pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi anak-anak kita”, tegasnya.

Sementara itu, Nutrition Officer UNICEF, Hai Ragalawa, yang mewakili Kepala Kantor Perwakilan UNICEF NTT, menyampaikan bahwa pemberian makanan bergizi perlu disertai edukasi agar Anak-anak memahami pentingnya gizi bagi pertumbuhan dan kesehatan mereka.

Ia menekankan peran guru PAUD dan SD dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini, termasuk mengenalkan pemanfaatan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para tenaga pendidik mampu mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat edukasi gizi di sekolah guna meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak di Kabupaten Kupang.

Turut Hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Marthen Rahakbauw, Para Narasumber dan Fasilitator Nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI,  BPMP Provinsi Nusa Tenggara Timur,  Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTT, Tim Satuan Tugas MBG Kabupaten Kupang, Para Kepala Sekolah, Guru-Guru PAUD dan SD, dan peserta pelatihan. (Yuantin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *