Kupang_IndoNusra.com– Wisuda bukan Sekadar Seremoni Akademik, Melainkan awal dari Perjalanan Pengabdian. Gelar yang diperoleh hari ini Merupakan Buah dari Proses Panjang, Ketekunan, Perjuangan, dan Doa, serta Kerja Keras.
Demikian diungkapkan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya saat menghadiri Wisudawan-wisidawati Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang Angkatan X (ke-10) Tahun 2026 di GMIT Center, Kota Kupang Selasa,(29/09).
Pada kesempatan itu, Ia menyampaikan proficiat kepada para lulusan, orang tua, serta seluruh civitas Akademika IAKN Kupang.
Ia menegaskan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari perjalanan pengabdian. Gelar yang diperoleh hari ini merupakan buah dari proses panjang, ketekunan, perjuangan, doa, dan kerja keras.
“Karena itu, keberhasilan ini tentu tidak hanya menjadi kebahagiaan para wisudawan dan wisudawati, tetapi juga menjadi kebahagiaan bagi orang tua dan keluarga, para dosen, serta seluruh Civitas Akademika IAKN Kupang”, ujar Gubernur NTT.
Dirinya mengingatkan para lulusan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi diwujudkan dalam pelayanan dan karya nyata.
“Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi tentang bagaimana pengetahuan yang kita miliki dapat memberikan manfaat bagi kehidupan”, katanya.
Menurutnya, sebagai lulusan perguruan tinggi keagamaan, para wisudawan memiliki tanggung jawab untuk memadukan kecerdasan dengan iman, integritas, karakter, dan kepedulian terhadap sesama.
Di tengah perubahan teknologi yang cepat, para lulusan juga didorong untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Dalam kaitannya dengan pembangunan daerah, Gubernur Melki mendorong para lulusan mengambil bagian dalam pengembangan potensi lokal NTT melalui pendidikan, pelayanan gereja, kewirausahaan, ekonomi kreatif, teknologi digital, maupun bidang profesi lainnya.
Hal tersebut sejalan dengan salah satu agenda Dasa Cita, “Milenial dan Perempuan Motor Kreativitas Lokal.” Ia juga mencontohkan GG Mart sebagai etalase warga GMIT dalam mendorong pemanfaatan potensi daerah.
Gubernur NTT kemudian mengibaratkan 349 lulusan IAKN Kupang sebagai obor terang yang dinyalakan untuk menerangi perjalanan NTT.
“Tiga ratus empat puluh sembilan lulusan ini saya ibaratkan sebagai obor terang yang hari ini dinyalakan untuk menerangi perjalanan Nusa Tenggara Timur. Setiap obor membawa cahaya yang berbeda: ada cahaya ilmu pengetahuan, cahaya iman, cahaya karakter, cahaya kreativitas, dan cahaya pengabdian”, ungkapnya.
Ia mengaitkan semangat tersebut dengan potensi NTT sebagai provinsi terang dan garam, melalui pengembangan energi terbarukan dan potensi industri garam.
Ia berharap para lulusan IAKN Kupang dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
“Karena itu, kita berharap para lulusan IAKN menjadi terang dan garam dunia di masa depan. Di mana pun saudara-saudari berada, jadilah pribadi yang membawa nilai, membawa pengetahuan, membawa kreativitas, dan membawa manfaat”, ungkapnya.
Perlua diketahui, sebanyak 349 wisudawan dan wisudawati IAKN Kupang Angkatan X (ke-10) Tahun 2026 mengikuti prosesi wisuda terdiri dari 6 lulusan Program Doktor, 22 lulusan Program Magister (S2), dan 321 lulusan Program Sarjana (S1) resmi menyelesaikan salah satu tahapan penting pendidikan dan selanjutnya memasuki ruang pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat.
Turut hadir, Rektor IAKN Kupang Dr. I Made Suardana, Pimpinan Komisi V DPRD Provinsi NTT Winston L. Rondo, unsur Forkopimda Provinsi NTT, Kepala LPP RRI Kupang Yusridarto, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, perwakilan LLDIKTI Wilayah XV, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Yohanes Abrianto Kore, unsur Forkopimda Kota Kupang, para pendeta, tokoh masyarakat, orang tua, serta para wisudawan dan wisudawati. (BAPSNTT/FT/Dok. Tim)












