Olahraga

Wagub NTT Beri Pesan Kedisiplinan dan Kerja Keras Menuju Prestasi saat Lomba Lari 10 Km

17
×

Wagub NTT Beri Pesan Kedisiplinan dan Kerja Keras Menuju Prestasi saat Lomba Lari 10 Km

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Pelepasan Peserta Lomba Lari 10 Km Putra-putri oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma.
Keterangan: Pelepasan Peserta Lomba Lari 10 Km Putra-putri oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma.

Kupang_IndoNusra.com- Pelaksanaan Lomba Lari 10 Kilometer (10 Km) Tour de EnTeTe 2026 Etape I Daratan Timor resmi digelar pada Sabtu, 07 November 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Ke-68 Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Mengambil titik start di SDK Santo Yoseph Noelbaki dan garis finis di Polres Babau, Kabupaten Kupang, lomba lari yang diikuti lebih dari 400 peserta tersebut secara resmi dilepas oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum untuk mendorong kembali semangat dan kejayaan atletik NTT, khususnya cabang olahraga lari.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT mengajak seluruh peserta, terutama generasi muda, untuk menekuni olahraga lari dan menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus jalan untuk meraih prestasi.

Ia mengingatkan bahwa NTT pernah dikenal sebagai salah satu daerah yang melahirkan banyak atlet lari berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah nama seperti Eduardus Nabunome, Welmince Sonbai dan Katarina Nasimnasi merupakan atlet-atlet yang pernah mengharumkan nama NTT melalui prestasi olahraga atletik.

“Dahulu NTT terkenal dengan atlet-atlet dan pelari-pelari hebat. Ada yang sampai ke Olimpiade. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT ingin mengangkat kembali kejayaan olahraga NTT, khususnya atletik dan lebih khusus lagi cabang olahraga lari, sehingga ke depan lahir kembali pelari-pelari NTT yang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional”, ungkapnya.

Ia juga membagikan pengalaman perjalanan kariernya sebagai seorang atlet tinju yang pernah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional. Ia menekankan bahwa prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan kedisiplinan, kerja keras, konsistensi, serta latihan yang dilakukan secara sungguh-sungguh.

Dirinya menceritakan bagaimana dirinya meningkatkan intensitas latihan hingga empat sampai lima kali sehari demi mencapai prestasi yang lebih tinggi. Berkat kerja keras dan kedisiplinan tersebut, ia berhasil meraih Medali Emas Sea Games 1983 serta tampil di Olimpiade Los Angeles Amerika Serikat tahun 1984.

“Tidak ada prestasi yang datang dengan sendirinya. Kuncinya adalah latihan, latihan, dan latihan. Kalau ingin mencapai prestasi yang lebih tinggi, maka kita harus berani meningkatkan kualitas dan intensitas latihan. Saya berharap pengalaman ini dapat memotivasi anak-anak muda untuk terus berjuang dan menekuni olahraga”, pesannya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa olahraga memberikan banyak manfaat bagi kehidupan seseorang, bukan hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, pengalaman, serta membuka peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam pelaksanaan lomba, panitia juga menyediakan berbagai doorprize menarik bagi peserta, antara lain anakan pohon, tempat sampah, dan bola.

Selain itu, para pemenang memperoleh sertifikat, uang pembinaan, serta anakan pohon sebagai bentuk apresiasi sekaligus pesan untuk mengembangkan semangat olahraga dan kepedulian terhadap lingkungan.

Berdasarkan hasil perlombaan, kategori putra menempatkan Mateos Wuli asal Bajawa sebagai Juara 1 dengan catatan waktu 33 menit 35,94 detik dan berhak memperoleh uang pembinaan sebesar Rp5.000.000. Posisi Juara 2 diraih Difta Unbanu asal Kabupaten Kupang dengan waktu 34 menit 47,37 detik dan memperoleh Rp3.750.000, sedangkan Juara 3 diraih Septian Koen dengan waktu 35 menit 39,54 detik dan memperoleh Rp2.500.000.

Sementara, pada kategori putri, peserta atas nama Mariani K. Subun asal Timor Tengah Utara yang berhasil meraih Juara 1 dengan catatan waktu 41 menit 09,75 detik dan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp5.000.000. Juara 2 diraih Adeleyde Dhone asal Ngada dengan waktu 41 menit 10,70 detik dan memperoleh Rp3.750.000. Adapun Juara 3 diraih Absonia Bell asal Kota Kupang dengan waktu 42 menit 45,34 detik dan memperoleh Rp2.500.000.

Untuk kategori putra, posisi Juara 4 hingga Juara 10 masing-masing diraih Frengki Kapoteng (Sumba Barat Daya), Berto Sabuna , Nikodemus Besi (TTS), Ardi Ninuraja (Amarasi Barat), Yoseph Lakapu, Joguez R. Lopi (Bajawa), dan Septio Nefnino (Amarasi Selatan).

Kategori putri, posisi Juara 4 hingga Juara 10 masing-masing diraih Rambu Angel Gasela (Sumba Barat Daya), Michele Hizkia (Kota Kupang), Agnes Besi (TTS), Cinaya Faot, Sriyani Fenais, Adriana Waro (Kab. Kupang), dan Mery Paijo (Kota Kupang). Para peserta yang menempati posisi Juara 4 hingga Juara 10 pada masing-masing kategori memperoleh uang pembinaan sebesar Rp500.000.

Pelaksanaan Lomba Lari 10 Km Tour de EnTeTe 2026 Etape I Daratan Timor ini diharapkan menjadi salah satu upaya membangun kembali budaya olahraga dan melahirkan bibit-bibit atlet atletik potensial dari NTT.

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menunjukkan kemampuan, membangun sportivitas, serta menumbuhkan semangat hidup sehat.(BAPSNTT/MN/Dok. BT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *