Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Bawa Dampak Ekonomi Baik bagi Masyarakat

Ket. Foto: Yerak Almodat Bobilex Pakh, S.H., M.Kn.
Ket. Foto: Yerak Almodat Bobilex Pakh, S.H., M.Kn.

KabupatenKupang_IndoNusra.com Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih membawa Dampak Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Kupang ke depan Lebih baik.

Hal ini diungkapkan Notaris ternama Kabupaten Kupang, Yerak Almodat Bobilex Pakh kepada media ini di ruang kerjanya yang bertempat di Jln. Timor Raya, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT hari Jumat, (18/07) sore.

Ketika di wawancarai, Bobi akrab di sapa mengatakan bahwa Koprasi Merah Putih ini Program Pemerintah Pusat di kepemimpinan Prabowo Subianto yang bertujuan memutuskan mata rantai kemiskinan ekstrim.

Sehingga menurutnya, Koperasi Merah Putih ini sangat di sayangkan jika tidak di kelola sebaik-baiknya. Karena di lihat secara detail Lebel Koperasi Merah Putih ini sangat berbeda.

“Karena mulai dari pembentukannya, sampai pada penempatan pengurus dan pengawas itu di tentukan dalam rapat atau musyawarah desa. Artinya nilai-nilai musyawarah dan gotong royong ada di situ. Itulah yang memenuhi syarat dari koperasi yang sebenarnya”, ujar Kader Partai Demokrat Kabupaten Kupang itu.

Lebih lanjut, yang menjadi pengawas koperasi itu adalah Kepala Desa/Lurah. Sehingga Betul-betul harus berjalan baik. Karena selama ini kalau ada pendirian koperasi tidak ada seperti itu. Namun di kali ini Koperasi Merah Putih, Kepala Desa/Lurah sebagai jabatan Ex officio (Karena Jabatan).

“Jadi siapapun yang jadi kepala desa, dia wajib menjadi pengawas koperasi. Contoh di Penfui Timor, itu sangat bagus kerja samanya. Dengan adanya Lebel koperasi merah putih, saya pikir punya brand khusus dan juga punya warna tersendiri. Sehingga kerja sama baik itu Bulog, kantor pos, saya pikir kalau kita kerja sendiri juga agak sulit untuk kita kerja sama dengan lembaga-lembaga itu. Artinya kita mau agar mempermudah akses”, pungkasnya.

Baca Juga  Dukung UMKM di Kabupaten Kupang, Pemkab Kupang Gelar ToT Digital Marketing dan Promosi

Hal ini yang di sampaikan Pak Presiden RI lewat Kementrian Koperasi saat berkunjung ke Desa Penfui Timur. Ini menjadi hal yang baik, dan sangat di sayangkan jika tidak menyambut baik Koperasi Merah Putih ini.

Banyak yang bertanya juga, karena setiap Desa ada BUMDES, ada Koperasi. Jadi mau memilih yang mana, akan tetapi Koperasi Merah Putih mempunyai spesifikasi tersendiri. Sangat berbeda dengan koperasi yang lain.

Harapannya, dengan adanya Koperasi Merah Putih ini dapat bekerja sama dengan dapur Makan Bergizi Gratis yang ada di Kecamatan Masing-masing. Karena semua ini membawa dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Masyarakat Kabupaten Kupang.

“Kalau menurut saya koperasi merah putih ini bisa mensuplai semua bahan baku dari pada dapur, saya pikir sangat luar biasa putaran ekonomi di masyarakat kabupaten Kupang. Kan nanti akan ada gudang, jadi masyarakat ini kan paling banyak tidak punya kemampuan untuk ke pasar, katakanlah dia punya bedengan sayur sekitar lima bedeng, jadi sebenarnya tidak ke pasar lagi. Cukup putar saja di sekitar. Dan koperasi merah putih juga tidak mematikan koperasi yang lain”, ungkapnya.

Artinya ada perputaran Ekonomi di Desa. Kepala Desa selaku pimpinan di Desa harus memberikan motivasi bagi Masyarakat. Tentu ada kekurangannya namun Program ini merupakan program Nasional, jadi ada istilah Money Follow Program (MFP) atau Uang mengikuti program.

Tambahnya, sebagaimana Program ini di luncurkan, uang akan di susul. Koperasi di bangun setelah Badan Hukumnya berdiri, pasti ada pelatihan kepada pengurus. Karena di Propinsi juga sudah adakan Pelatihan-pelatihan.

“Kan ini program presiden, tentu uangnya akan menyusul. Dan kalau ada kurang-kurang ya wajarlah. Karena semua program seperti itu. Tapi untuk kabupaten kupang yang pasti untuk 160 desa, dan 17 Kelurahan sudah ada akta notarisnya”, tegasnya. (Yuantin)

Penulis: Boy LoinatiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *