Reliji  

Sejarah Terukir, HUT RI Ke-80 Kabupaten Kupang di Warnai Lomba Pesparawi Rebut Total Hadiah Rp131 Juta

Ket. Foto: Salah Satu Kontingen saat Mempersembahkan Lagu Favoritnya pada Acara Pembukaan Lomba Pesparawi Tingkat Kabupaten Kupang.
Ket. Foto: Salah Satu Kontingen saat Mempersembahkan Lagu Favoritnya pada Acara Pembukaan Lomba Pesparawi Tingkat Kabupaten Kupang.

KabupatenKupang_IndoNusra.com Baru pertama kali terjadi (Sejarah Terukir) di Kabupaten Kupang di masa Ke-pemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Yosef Lede- Aurum Titu Eki menjelang HUT RI Ke-80 di adakannya lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) perdana yang dibuka langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede, Selasa (12/08) sore di Civic Center Oelamasi, Kantor Bupati Kupang melalui Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Kupang.

Total hadiah yang di perebutkan sebesar Rp.131.000.000, terdiri dari piala bergilir Bupati Kupang untuk Masing-masing kategori, uang pembinaan peringkat 1-10 untuk Masing-masing kategori, Dirigen terbaik untuk Masing-masing kategori.

Mengapa tidak, Bupati Kupang Yosef Lede telah menunjukkan komitmennya dalam membangun Kabupaten Kupang melalui Program penguatan kelembagaan Keagamaan yakni, salah satunya melalui acara Pesparawi.

Saat sambutannya, Ia menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta paduan suara, tim juri, pendamping, dalam acara pembukaan Pesparawi.

Kehadiran Saudara-saudari disini adalah wujud nyata semangat pelayanan, Persaudaraan dan Cinta akan musik Rohani.

“Bersyukur di tengah kesibukan, kita dapat berkumpul untuk memuji dan memuliakan Tuhan melalui talenta suara yang indah. Mari kita jalani seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sukacita, sportivitas dan saling menghargai”, ucap Yosef Lede.

Lebih lanjut, Pemerintah Daerah berkomitmen mendorong Kegiatan-kegiatan Keagamaan dan kebudayaan yang mempererat Persaudaraan, memupuk toleransi, serta membuka ruang bagi kreatifitas Warga.

Jadikan lomba ini sebagai momentum untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan antar Jemaat.

“Menang atau kalah adalah bagian dari proses pembelajaran. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan, sportivitas, serta niat tulus untuk memuliakan Tuhan melalui talenta yang diberikan. Dan jangan ragu akan penilaian para juri”, pesannya.

Baca Juga  Wakil Gubernur NTT dan Bupati Kupang Hadiri Perayaan HUT GMIT Haumeni Nisum Ke-69

Kepada Dewan Juri, Dirinya berharap agar penilaian dilakukan secara objektif, adil dan profesional. Ia memuji kualitas tiga juri dalam lomba seni musik pesparawi ini, diantaranya Relin Yosi Huka, M.Sn, Max Jacob Bolla, SP, M.Si dan Paskalis Romi Langgu, S.Sn,M.Ars.

Ketiganya adalah juri profesional, bersertifikat sebagai juri nasional.

Sementara Ketua Harian LPPD Provinsi NTT Yorhanz Lopis dalam sambutannya mengatakan, jika berbicara Pesparawi bagi Orang Kabupaten Kupang bukan hal yang baru.

Sudah banyak prestasi yang diukir oleh Orang-orang Kabupaten Kupang baik tingkat Regional maupun Nasional, dengan membawa pulang medali emas saat mengikuti kompetisi lomba Pesparawi Nasional.

Ia pun mengakui kualitas Bupati Kupang Yosef Lede dalam olah vokal paduan suara.

“Yang kami ketahui di Lembaga Pesparawi NTT, bapak Bupati Kupang Yosef Lede adalah orang paduan suara dan sudah pernah selenggarakan pesparawi di gereja beliau yaitu di GMIT Noelsinas. Beliau juga pernah ikut mendampingi paduan suara anak Kabupaten Kupang Tahun 2018 saat pesparawi nasional ke 12 di Pontianak”, pungkasnya.

Lanjutnya, jadi kalau hari ini terselenggara pesparawi yang cukup meriah dan heboh di Kabupaten Kupang, dipercayai pasti ada Anak Tuhan yang diberkati di balik kegiatan ini, dialah Bupati Kupang Yosef Lede.

Ketua Panitia Penyelenggara, Andre Seran dalam laporannya menyebutkan, peserta pesparawi di bagi dalam 2 (Dua) kategori yaitu kategori A dibuka untuk umum bagi peserta dari Gereja Kristen, Katolik, Instansi dan Organisasi Se-daratan Timor sebanyak 18 kontingen, dari wilayah Kabupaten Kupang, Kota Kupang, TTS dan TTU, yang pernah mengikuti lomba di berbagai level, baik Nasional maupun Internasional.

Kategori B dikhususkan bagi Gereja-gereja Kristen di wilayah Kabupaten Kupang sebanyak 23 kontingen.

Baca Juga  Hadiri Natal SMAK Negeri Kupang dan SMPTK Tarus, Bupati Kupang Sebut Perayaan Natal Bukan Sekedar Seremoni

“Total hadiah yang di perebutkan sebesar Rp.131.000.000, terdiri dari piala bergilir Bupati Kupang untuk Masing-masing kategori, uang pembinaan peringkat 1-10 untuk Masing-masing kategori, Dirigen terbaik untuk Masing-masing kategori”.

Pantauan, acara dilanjutkan dengan penampilan peserta paduan suara kategori A di hari pertama.

Lomba ini berlangsung selama 3 (Tiga) hari yaitu 12-14 Agustus 2025.

Paduan suara Gema Melodi Choir, tampil yang pertama. Dipandu Master of Ceremony NTT, Edno Taopan.

Turut hadir, Wakil Bupati Aurum Titu Eki, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja, Plt.Sekda Charles Sabaneno, Asisten Sekda, Pimpinan OPD, Staf Ahli dan Staf Khusus Bupati, Pengurus LPPD Provinsi NTT dan LPPD Kabupaten Kupang, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kupang, Dewan Juri, Peserta Lomba dan sejumlah undangan lainnya. (***)

Penulis: Boy LoinatiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *