
Kupang_IndoNusra.com– Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma kemudian melanjutkan kunjungan ke SMA Negeri 2 Kefamenanu yang berlokasi di Jalan Sasi, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kamis (21/05).
Kedatangan Wakil Gubernur NTT disambut oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Dominikus Paulus Kolin, Koordinator Pengawas (Korwas) Maria Berta Ogom, para kepala sekolah SMA/SMK dan SLB se-Kota Kefamenanu, para pengawas, guru, serta sekitar 600 siswa/siswi SMA, SMK dan SLB.
Dalam laporannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Dominikus Paulus Kolin menyampaikan bahwa di wilayah Kecamatan Kota Kefamenanu memiliki 16 sekolah tingkat SMA, SMK dan SLB.
Ia juga memaparkan berbagai capaian pendidikan dalam dua tahun terakhir.
“Dalam dua tahun terakhir, sebanyak 462 siswa-siswi berhasil lulus masuk Perguruan Tinggi Negeri, 67 siswa lulus TNI, 17 siswa lulus Polri, termasuk yang diterima di sekolah kedinasan seperti Unhan dan IPDN, serta tujuh siswa diterima di fakultas kedokteran,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk SLB Nitsae di Naiola yang hingga saat ini belum memiliki akses listrik.
Sementara itu, Wakil Bupati Timor Tengah Utara Kamilus Elu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur ke TTU, khususnya untuk bertemu langsung dengan para pelajar.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur yang sudah berkunjung ke TTU dan berjumpa langsung dengan anak-anak SMA, SMK dan SLB se-TTU serta memberi motivasi untuk para siswa,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Program MBG di wilayah Kota Kefamenanu telah berjalan dan diterima oleh sebagian besar sekolah, meski terdapat sekolah berasrama seperti SMAK Fides yang belum menerima program tersebut.
Dalam arahannya, Wagub Johni Asadoma memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki cita-cita dan semangat belajar yang tinggi demi meraih masa depan yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan para Siswa-siswi untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris sehingga bisa memiliki peluang yang lebih besar dalam berkarir.
“Harus punya cita-cita. Kalau punya tujuan, maka pikiran kita akan fokus dan memiliki semangat untuk mencapainya. Belajarlah dengan giat, termasuk belajar bahasa Inggris agar bisa bersaing di masa depan,” pesannya.
Menurutnya, sekolah tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan wawasan yang luas bagi generasi muda.
Wakil Gubernur NTT juga membagikan pengalaman perjalanan hidupnya, mulai dari menjadi seorang petinju, menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian, menjabat sebagai Kapolda NTT, hingga kini menjadi Wakil Gubernur NTT bersama Gubernur Melki Laka Lena.
Ia juga menceritakan keberhasilannya menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) sebagai bukti bahwa kerja keras dan disiplin mampu membawa seseorang mencapai keberhasilan baik dalam bidang akademik maupun bidang lainnya.
Dirinya mengingatkan para siswa untuk menjadi generasi yang disiplin, percaya diri, tekun belajar, kreatif, inovatif dan komunikatif, terutama dalam kemampuan berbahasa Inggris.
Selain itu, Ia mendorong siswa agar berani menyampaikan ide, membangun networking dan kolaborasi, menjaga kesehatan, menghormati orang tua, guru dan sesama, serta memiliki kepedulian terhadap orang yang membutuhkan.
“Yang paling penting adalah selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan agar cita-cita dapat tercapai,” tambahnya.
Di akhir sesi, suasana semakin meriah ketika Wakil Gubernur memberikan tantangan kepada para siswa untuk menyampaikan rangkuman materi motivasi yang telah diberikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perlombaan interaktif yang berlangsung penuh antusiasme.
Para siswa yang tampil dengan berani dan percaya diri mendapatkan penghargaan langsung dari Wakil Gubernur sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kemampuan Siswa-siswi. (BAPNTT/RL).

