Daerah  

Pt. Garam Cahaya Indonesia di Kabupaten Kupang Tembus Pasaran ke Jakarta

Ket. Foto: Salah Satu Unit Container Pengangkut Garam dari Kabupaten Kupang ke Jakarta.
Ket. Foto: Salah Satu Unit Container Pengangkut Garam dari Kabupaten Kupang ke Jakarta.

KabupatenKupang_IndoNusra.com PT. Garam Cahaya Indonesia yang berproduksi di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT menembus pasaran keluar Jakarta yang Beryodium dalam bentuk Kemasan.

Kabupaten Kupang memiliki potensi tambak garam yang dari segi kualitas sangat baik untuk kebutuhan industri dan konsumsi.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Kupang, Yosef Lede saat melepas mobil container untuk pengiriman garam beryodium dalam kemasan ke Jakarta, dengan nama produknya Saltera Teluk Kupang, bertempat di PT. Garam Cahaya Indonesia Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu (17/09) siang.

Saat pelepasan, sebanyak 11 mobil kontener yang membawa 265 ton garam beryodium dalam kemasan ke DKI Jakarta.

Pada kesempatan itu Bupati Yosef Lede tidak sebatas memberikan apresiasi kepada PT. Garam Cahaya Indonesia dalam memproduksi garam di kabupaten kupang menjadi garam beryodium dalam kemasan, tetapi juga memberikan dukungan dalam konteks banyak hal, baik itu untuk pembangunan maupun payung hukum.

Potensi yang ada bukan hanya untuk perusahaan saja, tapi juga berpengaruh pada pendapatan Daerah, yaitu dengan memaksimalkan potensi yang ada ini menjadi potensi Daerah dalam bentuk produk.

“Kemarin garam yang ada bersifat konsumtif biasa-biasa saja, tapi hari ini menunjukkan ada peningkatan dari sebelumnya bahan baku yang standar, tapi sudah di produksi menjadi kemasan, yang dari segi ekonomi memiliki nilai jual yang baik dan bisa menjadi brand lokal Kabupaten Kupang”, jelas Lede.

Lebih lanjut, Ia ingin adanya kolaborasi yang tetap terjalin antara Pemkab Kupang dan Asosiasi Industri Garam NTT, juga bekerjasama dengan Pemerintah Daerah di seluruh NTT ataupun luar NTT, sehingga  produk lokal Kabupaten Kupang garam beryodium dalam kemasan bisa menjadi salah satu brand yang pendapatannya besar.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Kupang Tinjau Lahan Pertanian Tidur di Amarasi Barat

Pemerintah Kabupaten Kupang memberikan ruang seluas-luasnya kepada Asosiasi Industri Garam NTT untuk bagaimana memproduksi garam ini lebih banyak lagi, biar dapat menjawab kebutuhan Masyarakat di NTT dan di luar NTT, dan tentunya mengutamakan kualitas.

Sementara Ketua Asosiasi Industri Garam NTT, Daniel Cherlin dalam laporannya membutuhkan dukungan moril dari Bupati Kupang, Yosef Lede agar keberlangsungan produksi Saltera garam beryodium dalam kemasan tetap terjamin dan makin maju.

Dirinya meminta dukungan moril dari Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kupang.

Sehingga Produksi Garam di Kabupaten Kupang terus meningkat agar dapat di produksi oleh pabrik agar menjadi garam yodium dalam kemasan.

“Yang kami butuhkan dukungan moril dari bapak Bupati saja. Kami tidak butuh materi. Intinya produksi garam di Kabupaten Kupang terus meningkat, agar dapat di produksi di pabrik menjadi garam yodium dalam kemasan. Kalau iklim baik diperkirakan bisa 150.000 ton per tahun, dan dapat memberikan kontribusi besar buat daerah dan nasional”, jelas Daniel.

Asosiasi Industri Garam NTT sudah terbentuk sejak 2018 melalui Peraturan Gubernur. Selain itu, Dirinya  menceritakan bahwa ada pertanyaan penuh keraguan yang Ia terima.

“Biasanya garam dikirim dari Jawa ke Kupang NTT, tapi ini kok dari Timor dikirim ke Jawa, tidak keliru kah?”.

Ia pun menanggapi bahwa semuanya itu sangat bisa, berkat dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang.

“Melihat semangat Bupati Yosef Lede yang luar biasa, saya terpacu untuk mendongkrak PAD. Kalau kita jual bahan baku saja PAD rendah, makanya saya jual barang jadi dalam kemasan supaya nilainya tinggi. Itulah yang mendorong dan meyakinkan kami untuk membawa produk ini ke Jakarta”, ucapnya.

Baca Juga  Kapolres Kupang, Seluruh Personil Miliki Tanggung Jawab Layani Masyarakat

Hadir dalam acara ini, Plt.Kepala Badan Pendapatan Daerah Oktovianus Tahik bersama Sekretaris Nano Ganggas, Direktur PT.Garam Cahaya Indonesia Stanley Jayapranata, bersama komisaris Aristo cherlin, Kepala Desa Oebelo Marthen Halla, Kabag Prokopim Benidiktus Selan. (***)

Penulis: Boy LoinatiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *