Perjuangan Bupati, Sebagian Lahan di Kabupaten Kupang Dijadikan Sebagai Lahan Cetak Sawah

Ket. Foto: Excavator (Alat Berat) sedang Beroperasi di Kontruksi Cetak Sawah di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah.
Ket. Foto: Excavator (Alat Berat) sedang Beroperasi di Kontruksi Cetak Sawah di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah.

Kupang_IndoNusra.com Untuk mensukseskan Program Pemerintah Pusat di masa kepemimpinan Prabowo Subianto, Ia memprogramkan Swasembada Pangan di Tahun 2025 ini sehingga Kabupaten Kupang cukup mempunyai luas lahan yang untuk di jadikan sebagai contoh Konstruksi Cetak Sawah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP melalui Kepala Bidang PSP2HP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tommy Johanis kepada media ini Jumat, (28/11) ketika di wawancarai terkait mengatakan bahwa, untuk mensukseskan Program Pemerintah Pusat, di masa kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto yakni, Swasembada Pangan.

Sehingga lewat koordinasi baik antara Kementrian Pertanian dan Pemerintah Propinsi NTT, serta Pemerintah Kabupaten Kupang di tangan kepemimpinan Bupati Kupang, Yosef Lede agar menjadikan Kabupaten Kupang lahan cetak sawah.

“Jadi ini konstruksi cetak sawah ini waktu itu pak bupati bertemu dengan kementrian pertanian di jakarta sehingga di bahas untuk kabupaten kupang jadi contoh. Maka itu dari kementrian merespon, sehingga kementrian kucurkan anggaran untuk kabupaten kupang dengan luas lahan yang ada bisa dikerjakan”, pungkas Tommy akrab di sapa beberapa hari lalu.

Lebih lanjut, dengan adanya Konstruksi Cetak Sawah ini sebagai bentuk untuk menambah luas lahan baku sawah atau perluasan areal sawah baru dalam rangka mencapai swasembada pangan Nasional, perlu dilaksanakan percetakan sawah.

Hal ini menjadi sangat penting dengan memanfaatkan dan mengelola sumber daya lahan dan air yang ada, serta pemberdayaan Petani dan Masyarakat, sehingga berdasarkan pertimbangan, perlu adanya penetapan Keputusan Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian tentang petunjuk teknis cetak sawah tahun anggaran 2025.

Baca Juga  Lagi-lagi Bupati Kupang Serahkan Alsintan Kepada Poktan Se-Kabupaten Kupang

“Karena yang dimaksudkan bapa presiden RI, Prabowo Subianto itu karena setiap tahun manusia boleh bertambah tapi tidak melihat lahan yang ada. Sehingga bapak presiden berharap kita jangan tergantung dari negara luar. Na sementara kita di NTT, khususnya kabupaten kupang punya lahan yang cukup luas, maka itu kita upayakan untuk kalau bisa lahan yang ada ini kita manfaatkan, dan potensi-potensi perlu di kembangan dengan adanya sawah baru”, bebernya.

Ditanyai terkait luas lahan yang ada, dirinya mengaku bahwa untuk Kabupaten Kupang total lahan yang di jadikan contoh percetakan sawah ini totalnya 423 Ha, dan terdapat di beberapa titik yakni, di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah luas lahan 178 Ha, dan di Kolindoki Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur 198 Ha, serta luas lahan di Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur 47 Ha.

“Untuk NTT keseluruhan baru pertama kali di kabupaten kupang adanya Konstruksi cetak sawah. Di kabupaten lain belum ada. Jadi ini pertama kali kabupaten kupang jadi contoh, ke depan baru di kembangkan di daerah Flores, Sumba, TTS, dan lain daerah-daerah lain”, pintanya.

Ia menambahkan bahwa untuk NTT total keseluruhan lahan itu sebanyak 13. 800 Ha untuk konstruksi cetak sawah, dan untuk Kabupaten Kupang sudah masuk dalam perencanaan sehingga masih tersisa 11 Kabupaten masih dalam tahap survei dengan luas lahan 8. 114 Ha.

Untuk progres fisik di lapangan sekitar 75 persen, dengan perkiraan lahan yang sudah di tanam itu di Sawah Kolindoki, Desa Manusak sekitar 1,5 are, sementara untuk lahan yang ada di Desa Oelpuah, dan Desa Pukdale belum karena masih persiapan lahan.

“Jadi fasilitas penunjang pada konstruksi percetakan sawah ini ada juga pekerjaan irigasi, pemasangan gorong-gorong, dan olah tanah. Jadi di ujung dari kegiatan ini adalah olah tanah”, urainya. (Yuantin)

Penulis: Boy LoinatiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *