KabupatenKupang_IndoNusra.com– Dengan adanya Pekerjaan Percetakan Sawah di RT. 25/RW. 02, Dusun 02, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur mengeluh dengan adanya pekerjaan Cetak Sawah.
Pasalnya, pekerjaan tersebut belum rampung sehingga Warga swadaya untuk membuat saluran manual sehingga bisa memanfaatkan lahan yang sudah di cetak sawah.
“Di kita punya wilayah RT.25 ini kenapa belum selesai, karena dia punya irigasinya sampai ini hari tidak ada sehingga kita kerja saluran darurat. Karena kalau tidak kerja maka air terbuang sia-sia”, ujar Maurid Reke di lokasi hari Jumat (06/02) siang yang lalu.
Lebih lanjut, Dirinya menguraikan bahwa untuk lokasi cetak sawah yang gagal di wilayah RT. 25 ini berkisar 14 hektar.
Padahal waktu pertama kali sebelum kerja, adanya sosialisasi dan akan membeagikan Bibit, Pupuk, dan Obat-oabatan sehingga Warga senang karena lahan di gusur untuk pekerjaan Percetakan Sawah.
Namun, pada saat berjalannya pekerjaan dan memasuki musim hujan dan juga musim tanam, lahan cetak tidak bisa karena terkendala dengan bibit dan juga saluran.
Dirinya mengaku bahwa sebagian sudah di tanam tetapi dengan menggunakan bibit sendiri.
“Ini saluran kita kerja swadaya. Karena debit air yang dari waduk Raknamo ini cukup banyak sehingga kita kerja. Tetapi yang di sebelah tidak bisa kerja karena saluran tidak bisa. Ini yang kita sangat kecewa dan sangat kesalkan”, pungkasnya.
Sehingga dengan kejadian seperti ini, Ia berharap kepada Pemerintah Propivinsi melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT agar dapat melihat kondisi seperti ini, karena memasuki bulan Maret dan April apa bila debit air sudah mulai berkurang maka petani sawah di RT. 25 kesulitan air dan di pastikan akan gagal panen.
Tambahnya, apa lagi di perumahan 46 RT. 27, Dusun 03, Desa Manusak lebih parah lagi. Karena lahan untuk tanaman jagung semuanya di gusur.
“Dari awal itu dorang janji nanti mau kerja ini cetak sawah sehingga lahan jagung di gusur. Namun ujung-ujungnya tidak jadi kerja sawah”, ujar warganya.
Hingga informasi ini di tayang, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP dan juga PPK seta Kabid P2THSP, Tommy Johanis belum berhasil di wawancarai. (Yuantin)


