Daerah  

Kematian GA Dinilai Adanya Kelalaian dari Nakes Puskemas Oemasi

Mediasi yang Berlangsung di Aula Kantor Camat Nekamese.

KabupatenKupang_IndoNusra.com Kuat di Duga, Kematian Almarhuma (GA), warga Desa Oemasi di nilai adanya Kelalaian dari Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Oemasi, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, NTT.

Hal ini terungkap saat adanya mediasi dan Rapat Koordinasi di Aula Kantor Camat Nekamese hari Kamis, (26/03) siang.

Mediasi yang berlangsung itu antara Keluarga GA, yakni Abi dan Juga Tanenofunan, dan Kepala Desa Oemasi, serta turut ada juga Kepala Puskesmas Oemasi, dan para Nakes yang Menangani GA saat menjalani perawatan di Puskesmas tersebut.

Seperti informasi yang berhasil di himpun saat mediasi berlangsung, dari Keluarga Almarhuma saat menceritakan kejadian awal dalam menjalani penanganan oleh Nakes Puskesmas sebelum ke Rumah Sakit St. Carolus Borromeus Bello.

“Waktu mama di puskesmas, mama di tangani oleh tenaga kesehatan yang sementara hamil sambil menulis mama punya penyakit. Sementara dokter yang melihat infus mama. Dan yang saya tau, saya kira kita tunggu untuk buatkan rujukan ke rumah sakit. Waku itu mama bilang ke saya untuk ulang dulu ko makan. Jadi saya panggil Ade yang bungsu karena sementara di depan puskesmas. Dan saya kasi tau ke dia agar jaga mama, saya pulang dulu untuk masak, setelah masak baru saya datang. Setelah itu itu dia bilang Ia, dan saat itu juga saya pikir di infus sampe sore karena mama lemas sekali. Na tiba-tiba saya belum datang, saya punya adik telphone bilang su pulang sampe di jalan. Saya juga kaget, ko saya bilang sudah pulang? Terus saya punya Ade bilang ia karena su lepas infus dan nakes dong bilang karena su sore dan juga su mau tutup pelayanan dan dong mau pulang. Na yang saya pikir ini, kalau begitu coba dong kasi rujukan na saya langsung masuk rumah sakit kalau memang sonde bisa di puskesmas. Ini sonde te dong suruh pulang jadi saya punya adik juga ajak mama ko pulang”, ujar Keluarga. 

Baca Juga  Perumda Air Minum Kabupaten Kupang Tetap Optimalkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Kepala Desa Oemasi, Ayub Nenogasu pada kesempatan itu mengatakan bahwa  waktu itu kondisi GA lemah, karena anak bungsu yang pegang untuk jalan keluar.

Sehingga keesokan harinya, GA di bawa ke RS. Carolus Borromeus untuk mendapatkan pelayanan medis lebih lanjut.

Namun yang sangat di kesalkan oleh Keluarga adalah, kenapa pasien masih dalam pelayanan dan kondisi belum stabil kenapa infus di cabut lalu pulang. Ini yang menjadi pertanyaan, dan sangat disesalkan oleh keluarga.

Kenapa tidak adanya rujukan agar Pasien di bawa ke RS. Padahal di Puskesmas ada Nakes dan juga dokter.

“Hal seperti ini yang kita cari tau, karena pasien ini sudah Almarhuma, sehingga dari pihak keluarga juga bisa tau jelas pelayanan di puskesmas seperti ini. Sebagai pemimpin harus meluruskan sehingga ke depan jangan terjadi hal yang terulang lagi. Jadi kami mohon bagi perawat dan juga dokter, kepala puskesmas, camat Nekamese agar hal seperti kita sebagai pemangku kepentingan jangan terlalu di soroti oleh masyarakat yang tidak baik”, beber Kades Oemasi

Kepala Puskesmas Oemasi, Martha M Lette mengatakan bahwa dengan adanya kejadian itu, Ia tidak berada di Puskesmas. Sehingga Dirinya meminta dokter untuk menjelaskan.

Maka itu, dokter Anna Toasu menceritakan kejadiannya bahwa Pasien GA masuk Tanggal 17 Maret 2026 sekitar pukul (10:00) wita. Dan pasien melakukan pendaftaran kemudian bertemu dengan Nakes (Perawat) untuk lakukan pengkajian dan selanjutnya bertemu dengan dokter.

Dari hasil pemeriksaan oleh Nakes itu, untuk Tanda-tanda Fital baik itu tekanan darah, nadi, pernapasan dan suhu itu tidak normal pada tekanan darah.

Karena tekanan darah pasien ini 89,64. Kemudian dari hasil catatan yang di ambil oleh perawat itu adalah pasien datang dengan keluhan sakit di ulu hati, pusing, dan demam.

Baca Juga  Pekerjaan Ruas Jalan Binlaka-Tunfeu-Oeltua Capai 8 Persen

Kemudian dokter menanyakan kondisi GA, dan memang kondisi GA masih lemas. Dokter manayakan kondisi pasien, dan pasien juga menceritakan kondisi yang sering sakit.

Dengan pengeluhan pasien, dokter menganjurkan untuk di infus, dan saat itu juga pasien di arahkan untuk mendapat perawatan infus. Dokter juga memberikan obat suntik untuk penyakit lambung.

Pasien sudah mendapatkan pelayanan, dokter melanjutkan dengan pelayanan pasien yang lain.

“Kebetulan hari itu dengan hari Selasa, bertepatan dengan pelayanan USG, jadi sebelum libur banyak pasien yang USG. Sehingga saat itu juga kondisi kesehatan saya juga tidak baik sehingga saya ijin pulang di jam satu siang. Sebelum pulang itu saya pastikan dulu, keadaan pasien itu seperti apa, jadi saya kembali ke pasien dan cek infus kemudian saya tanya, mama baik-baik ko, masih sakit, ulu hati bagaimana, jadi dia bilang tidak sakit. Tapi keadaan lebih baik dari awal datang. Jadi mama sudah enak, dan saya juga buatkan resep obat untuk di ambil, dan saya bilang kalau begitu infus juga sudah habis, dan nanti di periksa oleh perawat dan sudah boleh pulang”, ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan terkait kenapa pasien tidak bisa di rujuk. Pasien di rujuk apa bila ada indikasi medis harus yang harus di rujuk.

Akan tetapi, apa bila kondisi pasien itu sudah membaik pasien di pulangkan, jika sudah sampai di rumah ada keluhan lagi, pasien bisa langsung ke RS. Karena mengingat puskesmas Oemasi ini rawat jalan.

“Jadi kita tidak bisa menerima pasien umum rawat nginap, atau kecuali pasien yang mau melahirkan. Na itu bisa, kita rawat inapkan”, beber dokter Anna.

Baca Juga  Pembangunan Patung Kristus di Semua Dapat Dukungan dari KSOP, Pelni, dan ASDP Ferry

Perawat yang menerima GA, Yetriana Taunu pada kesempatan itu hanya menyampaikan hal yang sama seperti yang sudah di jelaskan oleh dokter. Dirinya hnya menyampaikan saat jam pulang.

“Tapi untuk alasan bahwa yang bilang bahwa ada mau libur atau mau pulang, tidak ada alasan seperti itu”, ungkapnya singkat.

Dengan penyampaian kedua Nakes tersebut, Kepala Desa Oemasi langsung menyangga. Dan meminta agar Anak dari GA untuk menyampaikan kejadian itu namun karena kondisi kesehatan tidak betul sehingga harus di bawa ke Puskesmas untuk berobat.

“Jadi baik, sebenarnya kita mau bahas panjang lebar juga tapi yang bersangkutan sudah meninggal. Karena keterangan ibu dokter berbeda dengan ibu perawat yang kasi keterangan ini. Karena anak bungsu juga saat itu dia yang jaga, karena ini keterangan berbeda. Jadi sudah, saya anggap ini sudah aman, kita selesaikan sudah. Kita bukan mau cari masalah, karena mamatua juga sudah meninggal, jadi kita harapkan agar ke depan jangan lagi terjadi seperti ini”, pungkas Kades Oemasi.

Turut Hadir, Kapospol Nekamese, Para Kepala Desa Se-Kecamatan Nekamese, Camat Nekamese, dan Staf Kecamatan. (Yuantin)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *