Religi

Bupati Kupang, Pembangunan Merupakan Bagian Penting dari Perjalanan Pelayanan Jemaat

29
×

Bupati Kupang, Pembangunan Merupakan Bagian Penting dari Perjalanan Pelayanan Jemaat

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H saat Meletakan Batu Pertama Pembangunan GMIT Efata Taninri'in-Tunbaun.
Keterangan: Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H saat Meletakan Batu Pertama Pembangunan GMIT Efata Taninri'in-Tunbaun.

KabKupang_IndoNusra.com Pembangunan Gedung Kebaktian GMIT Efata Taninri’in Tersebut Merupakan bagian Penting dari Perjalanan Pelayanan Jemaat.

Demikian diungkapkan Bupati Kupang, Yosef Lede saat menghadiri Ibadah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jemaat GMIT Efata Taninri’in–Tunbaun sekaligus peletakan batu pertama pembangunan gedung kebaktian jemaat, Minggu (20/09) pagi.

Dalam sambutannya, Ia menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh jemaat GMIT Efata Taninri’in yang telah memasuki usia pelayanan ke-81 tahun.

Menurutnya, perjalanan panjang tersebut merupakan bukti penyertaan Tuhan sekaligus hasil dari ketekunan jemaat dalam menjaga iman, persekutuan, dan pelayanan di tengah masyarakat.

“Selamat merayakan HUT ke-81 Jemaat GMIT Efata Taninri’in. Usia 81 tahun bukan waktu yang singkat. Ada perjalanan panjang, ada tantangan, tetapi juga ada banyak penyertaan Tuhan yang membuat jemaat ini tetap bertumbuh dan terus melayani. Karena itu, momentum ini hendaknya menjadi kesempatan bagi kita semua untuk bersyukur sekaligus memperkuat kebersamaan dalam pelayanan”, ungkapnya.

Dirinya berharap, di usia pelayanan yang semakin matang, Jemaat GMIT Efata Taninri’in tidak hanya terus bertumbuh secara jumlah, tetapi juga semakin kuat dalam iman, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Gereja, menurutnya, memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat dan menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan.

“Gereja bukan hanya tempat kita beribadah, tetapi juga tempat kita membangun persaudaraan, membentuk karakter, dan belajar untuk hidup bersama. Karena itu, saya berharap Jemaat Efata Taninri’in terus menjadi terang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat di sekitarnya”, katanya.

Pada kesempatan itu, berkenaan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung kebaktian, Bupati Kupang menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan pelayanan jemaat.

Ia mengajak seluruh jemaat menjadikan pembangunan gedung baru bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi sebagai pekerjaan bersama yang dilandasi semangat persatuan dan tanggung jawab.

“Peletakan batu pertama hari ini harus menjadi tanda dimulainya sebuah pekerjaan bersama. Membangun gereja tentu membutuhkan kebersamaan, kesabaran, dan pengorbanan. Kalau ada perbedaan dalam prosesnya, itu sesuatu yang biasa. Yang penting, setiap perbedaan diselesaikan melalui musyawarah sehingga kita mendapatkan keputusan yang baik dan dapat diterima bersama”, tegasnya.

Dirinya juga mengingatkan agar seluruh proses pembangunan dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab.

Sehingga gedung yang dibangun nantinya benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh jemaat serta dapat digunakan untuk mendukung pelayanan gereja dalam jangka panjang.

“Mari kita sepakat untuk membangun dan juga sepakat untuk menyelesaikan. Jangan sampai pembangunan ini hanya menjadi pekerjaan beberapa orang. Ini adalah pekerjaan seluruh jemaat, sehingga semua harus mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing”, ajaknya.

Sementara itu, dalam penyampaian suara hati  jemaat, Aprianus Mamun, menjelaskan bahwa perjalanan Jemaat GMIT Efata Taninri’in selama 81 tahun telah melewati berbagai tantangan, termasuk bencana longsor pada tahun 1997 yang menyebabkan kerusakan berat pada gedung gereja.

“Gedung yang kita gunakan saat ini masih bisa dimanfaatkan, tetapi kondisi dinding sudah tidak memadai. Karena itu, pada tahun 2026, jemaat bersepakat untuk membangun gedung kebaktian yang lebih baik”, jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa perkembangan pelayanan jemaat ditandai dengan berdirinya Pos PI Sion Han sebagai jemaat mandiri, sementara tiga Pos PI lainnya masih melanjutkan pelayanan.

Aprianus Mamun menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kupang, pimpinan gereja, pemerintah, dan seluruh undangan atas dukungan terhadap pembangunan gedung kebaktian tersebut.

“Kami berharap dukungan dan kebersamaan ini terus terpelihara hingga pembangunan selesai. Kiranya gedung ini dapat menjadi tempat persekutuan dan pelayanan yang memberkati jemaat”, tuturnya.

Ibadah tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie, S.Th., Kasat Pol PP Aprion Lona, Kepala Dinas PUPR Tonci Teuf, Kalak BPBD Nofliyanto Amtiran, Ketua Majelis Klasis Amarasi Barat Pdt. Doris Lopo Bois, S.Th., Sekretaris Camat Amarasi Barat, para pendeta, Pj Desa Tunbaun. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *