Berita  

Perumda Air Minum Kabupaten Kupang Miliki 47 Sumber Mata Air

Ket. Foto: Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Kupang, Jony B. Sulaiman.
Ket. Foto: Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Kupang, Jony B. Sulaiman.

Kupang_IndoNusra.com Secara Umum, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Kupang, memiliki kurang lebih Empat Puluh Tujuh (47) Sumber Mata Air.

Hal di ungkapkan Dirut Perumda Air Minum Kabupaten Kupang Jony B. Sulaiman kepada media ini di ruang kerjanya Selasa, (13/07) pagi.

Jony akrab di sapa ketika di wawancarai mengatakan bahwa sesuai dengan rincian yang lama, terdapat 42 sumber mata air, selain Sumur Bor dan sumber mata air lainnya. Akan tetapi sekarang sudah mendekati 47 sumber mata air.

Dengan tambahannya itu Dari Kotabes 2 titik, Binlaka 1 titik, dan juga untuk Amfoang 1 titik yang mempunyai potensi sangat besar. Jadi kurang lebih terdapat 47 sumber mata Air.

Sehingga terkait dengan Sumber Mata Air yang Perumda Air Minum Kabupaten Kupang mengelola sebanyak 42 sumber mata air.

Dikarenakan, terdapat beberapa (5) yang belum berjalan secara maksimal.

Oleh karena itu, beberapa titik yang sudah di kunjungi oleh Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang itu ke depan akan ada perkembangan.

“Iya, tentu ini ekspektasi kita ke depan dia harus berkembang. Pertama khusus untuk spam raknamo dulu, karena spam raknamo ini kan sekarang baru dua ratus sambungan rumah (sr). Nanti apa bila sudah selesai dan serah terima dari balai wilayah sungai, maka itu dia mampu mengairi delapan ribu sambungan rumah”, beber Jony.

Ditanyai terkait serah terima Spam Raknamo, Ia mengaku bahwa untuk sementara masih proses administrasi serah terima. Karena masih dalam rehabilitasi gedung atau kantor Spam Raknamo.

Jika sudah serah terima secara resmi, secara kajian teknis itu bisa mengairi 8000 SR. Dan itu cukup membantu kebutuhan Masyarakat Kabupaten Kupang sekitarnya. Karena Spam Raknamo ini menjangkau hingga Desa Kuimasi.

Baca Juga  Bupati Kupang Lantik 259 Orang Jabatan Fungsional Lingkup Pemkab Kupang

Sementara dari Spam Raknamo, Pihaknya beralih ke Spam Tilong. Karena di tilong secara teknis sangat bagus. Airnya itu 10 liter per detik. Dan kemarin-red, dari PT. Mas Wandi, salah satu perusahaan yang membangun sistem Ilmu Pengelolaan Air (IPA).

Dan juga, Perusahaan tersebut tertarik dengan Mata Air Tarus. Secara kajian teknis laboratorium, air tarus sangat layak untuk dikonsumsi menjadi Air Minum Kemasan.

Selain dari beberapa tempat yang Pihaknya mengunjungi, beberapa hari lalu-red Perumda Air Minum Kabupaten Kupang meninjau Sumber Mata Air di Amfoang Utara.

Sumber mata air yang di Amfoang itu sangat bagus sekali. Karena Air itu 50 liter per detik. Itu pun pada musim kemarau. Sementara untuk musim hujan bisa lebih.

Sumber mata air yang berada di Amfoang Utara itu Itu nama mata air Nifu Tasu, letaknya di kawasan hutan lindung Timau yang berbatasan dengan Desa Fatunaus, dan Desa Kolabe. Namun mengalami kendala pada Kawasan Hutan Lindung, sehingga harus mendapatkan ijin.

“Kita harus mendapatkan ijin dari balai kementerian kehutanan. Jadi kita sudah liat, karena itu jikalau masuk kawasan, nanti akan kita bangun koordinasi baik dengan pihak terkait, karena ini kita bicara soal asas manfaat. Ini kan berkaitan dengan pemasangan perpipaan, jadi tidak terlalu merusak hutan”, pungkasnya.

Hal ini berbeda dengan pemasangan listrik, radius pengrusakan hutan sangat banyak. Karena harus adanya penebangan pohon.

Oleh karena itu jika di kelola secara Spam, maka seluruh Kecamatan Amfoang Utara terlayani Air Bersih. Untuk pemasangan jaringan perpipaan termasuk rumah Sakit Pratama Amfoang, jaringan sudah ada dan tinggal pemasangan meter air.

Harapnya, tentu ini menjadi impian bersama Masyarakat Kabupaten Kupang, karena ini menjadi Perusahaan Daerah, sehingga pihaknya mengutamakan pelayanan yang bermutu dan berkualitas.

Baca Juga  Berikut 5 Nama Calon Sekda Kabupaten Kupang Mulai Muncul

Ukuran pelayanan berkualitas dan bermutu itu, seperti keluhan dari Masyarakat. Keluhannya ini karena soal perilaku pelayanan petugas di lapangan kurang optimal.

“Sekali lagi kami membenahi internal tidak pernah henti-henti, karena menyangkut perilaku petugas di lapangan yang belum memahami sesungguhnya prinsip-prinsip layanan itu. Karena pengembangan ini ada konsekuensi anggaran, akan tetapi kami tidak pesimis tapi optimis saja”, tegasnya. (Yuantin)

Penulis: Boy LoinatiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *