Daerah

Pemkab Kupang Mulai Gelar Rakor Siaga Kekeringan

14
×

Pemkab Kupang Mulai Gelar Rakor Siaga Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Soleman Jilis Sanam saat Memimpin Rakor Kesiapsiagaan Kekeringan.
Keterangan: Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Soleman Jilis Sanam saat Memimpin Rakor Kesiapsiagaan Kekeringan.

KabKupang_IndoNusra.com Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Mateldius S.J Sanam membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan di Kabupaten Kupang yang berlangsung di Kantor Bupati Kupang, Selasa (11/08).

Dalam sambutannya, Teldi Sanam menegaskan bahwa Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah yang secara rutin menghadapi ancaman kekeringan akibat curah hujan yang relatif rendah, musim kemarau yang panjang, serta dampak perubahan iklim yang semakin memengaruhi pola cuaca.

“Kekeringan bukan hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air, tetapi berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari penyediaan air bersih, produktivitas pertanian dan peternakan, hingga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penanganannya harus menjadi tanggung jawab bersama yang dilakukan secara terencana, terkoordinasi, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Mateldius S.J Sanam

Ia menegaskan bahwa dampak kekeringan paling dirasakan oleh kelompok masyarakat rentan seperti perempuan, anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, penanganan kekeringan harus menjadi tanggung jawab bersama yang dilaksanakan secara terencana, terkoordinasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Kupang menyampaikan apresiasi kepada Yayasan CIS Timor melalui dukungan Program SIAP SIAGA yang telah menginisiasi pelaksanaan rapat koordinasi ini. Forum tersebut dinilai sangat penting karena penanggulangan kekeringan tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah atau satu lembaga saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak.

Ia juga menekankan bahwa hasil rapat koordinasi tidak boleh berhenti pada diskusi dan identifikasi masalah semata, tetapi harus melahirkan kesepakatan dan rencana aksi yang nyata serta dapat segera diimplementasikan.

Lebih lanjut Ia juga menyampaikan lima poin penting yang menjadi perhatian bersama.

Pertama, memperkuat sistem informasi dan peringatan dini sehingga informasi prakiraan musim, kondisi iklim, dan potensi kekeringan dapat dipahami dan ditindaklanjuti hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Kedua, memastikan identifikasi wilayah prioritas serta kelompok masyarakat yang paling berisiko agar intervensi pemerintah dan para mitra dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Ketiga, meningkatkan kesiapan sumber daya dengan mengetahui secara jelas ketersediaan sumber daya, lokasi, penanggung jawab, serta mekanisme mobilisasi apabila terjadi kondisi darurat.

Keempat, memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga seluruh pihak dapat bekerja secara terpadu dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kelima, menyusun rencana tindak lanjut yang memiliki pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas sehingga setiap kesepakatan yang dihasilkan dalam forum dapat diterjemahkan ke dalam langkah-langkah konkret.

Di akhir sambutannya, Mateldius S.J Sanam berharap rapat koordinasi ini menghasilkan empat capaian utama, yakni terbangunnya kesepahaman dan komitmen bersama dalam menghadapi potensi kekeringan, teridentifikasinya wilayah prioritas beserta potensi dampak dan kebutuhan sumber daya, adanya pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas antar-pemangku kepentingan, serta tersusunnya rencana tindak lanjut yang realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan.

“Pemerintah Kabupaten Kupang optimistis bahwa melalui koordinasi dan kolaborasi yang kuat, seluruh pihak dapat membangun Kabupaten Kupang yang semakin siap, tangguh, dan responsif dalam menghadapi ancaman kekeringan maupun berbagai potensi bencana lainnya”, tutup sambutan

Sementara itu, Project Manager CIS Timor, Ridwan Pellokila, S.Sos., menjelaskan bahwa persoalan kekeringan tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan ketersediaan air atau rendahnya curah hujan.

Menurutnya, kekeringan merupakan persoalan yang jauh lebih kompleks karena turut berdampak pada sektor pendidikan, ketahanan pangan, kesehatan, hingga kondisi ekonomi keluarga.

Ridwan menambahkan bahwa beberapa waktu lalu BMKG telah merilis potensi kekeringan di Kabupaten Kupang. Oleh karena itu, informasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar dapat menghasilkan strategi penanganan yang komprehensif dan tepat sasaran.

“Kami berharap melalui rapat koordinasi ini dapat dirumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi potensi kekeringan di Kabupaten Kupang, sehingga setiap sektor memiliki peran yang jelas dan mampu bekerja secara terpadu”, tutup Ridwan.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi yang langsung dipandu oleh Ketua FPRB Kab. Kupang, Elfrid V. Saneh.

Turut hadir dalam Rapat tersebut Dirut PDAM kab. Kupang, Kalak BPBD kab. Kupang dan para Pimpinan OPD, Danramil 1604-02/Camplong, Pejabat dari BMKG Kelas I NTT, Pejabat dari Polres Kupang, Ketua PMI Kab. Kupang serta para LSM/NGO Mitra. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *