Ekonomi

Pelatihan Tidak Berhenti pada Keterampilan Dasar Tapi Mampu Ciptakan Inovasi Pangan Lokal

47
×

Pelatihan Tidak Berhenti pada Keterampilan Dasar Tapi Mampu Ciptakan Inovasi Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini
Keterangan: Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H saat Menghadiri Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kesejahteraan Keluarga bagi Sekolah-Kelompok Perempuan melalui Pelatihan Pembuatan Tepung Pisang dan Produk Olahannya Tingkat Kabupaten Kupang Tahun 2026.
Keterangan: Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H saat Menghadiri Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kesejahteraan Keluarga bagi Sekolah-Kelompok Perempuan melalui Pelatihan Pembuatan Tepung Pisang dan Produk Olahannya Tingkat Kabupaten Kupang Tahun 2026.

KabKupang_IndoNusra.com– Pelatihan Tidak Berhenti pada Keterampilan Dasar, tetapi Mampu Mendorong Peserta Menciptakan Inovasi dari Potensi Pangan Lokal.

Hal ini diungkapkan Bupati Kupang, Yosef Lede membuka kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kesejahteraan Keluarga bagi Sekolah-Kelompok Perempuan melalui Pelatihan Pembuatan Tepung Pisang dan Produk Olahannya Tingkat Kabupaten Kupang Tahun 2026 di Gereja Ebenhaezer Tarus Barat, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, NTT hari Kamis, (08/10).

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah, gereja, masyarakat dan kelompok perempuan dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Sinergi tersebut penting karena pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh element masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, saya menyampaikan terima kasih atas inisiatif dan pelaksanaan program ini. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada gereja yang terus mendukung pemerintah dalam berbagai program pembangunan daerah”, ujar Bupati.

Ia menekankan agar pelatihan tidak berhenti pada keterampilan dasar, tetapi mampu mendorong peserta menciptakan inovasi dari potensi pangan lokal.

Pisang yang mudah diperoleh di lingkungan masyarakat, maka itu perlu diolah menjadi beragam produk bernilai tambah sehingga dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

“Kalau hanya belajar membuat kue pisang yang biasa-biasa saja, sebenarnya tidak perlu datang mengikuti pelatihan. Yang kita harapkan adalah ada sesuatu yang baru yang dipelajari, ada inovasi dan kreasi baru yang bisa dibawa pulang dan dilaksanakan”, tegasnya.

Menurutnya, pengembangan produk olahan pisang merupakan bagian dari upaya hilirisasi pangan lokal. Karena itu, ia mendorong kelompok perempuan untuk memanfaatkan keterampilan yang diperoleh menjadi kegiatan produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Pisang ini ada di mana-mana. Kita harus mampu menciptakan inovasi dari bahan yang ada sehingga menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dengan begitu, ada peningkatan pendapatan bagi mama-mama dan keluarga”, katanya.

Bupati juga berharap pelatihan serupa ke depan dapat dilaksanakan lebih intensif dengan durasi yang lebih panjang, sehingga peserta memiliki waktu yang cukup untuk mempraktikkan keterampilan dan menghasilkan produk yang siap dikembangkan.

Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjutnya, akan terus mendukung program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk melalui kerja sama dengan pemerintah pusat, kementerian dan lembaga terkait.

Ia menegaskan, peningkatan keterampilan dan pendapatan keluarga merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Kabupaten Kupang menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera.

“Kalau mama-mama sudah memiliki keterampilan, bisa memproduksi sendiri, bekerja sendiri dan menghasilkan, itu salah satu langkah menuju Kabupaten Kupang Emas”, pungkasnya.

Sementara itu, Fasilitator Sekolah Perempuan Kabupaten Kupang yang mewakili 877 anggota Sekolah Perempuan di Kabupaten Kupang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, khususnya Bupati Kupang, yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pemberdayaan perempuan.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk perhatian dan komitmen untuk mendorong perempuan di Kabupaten Kupang agar semakin berdaya, mandiri dan memiliki posisi yang setara dalam proses pembangunan serta pengambilan keputusan.

“Kami berharap melalui program-program pembangunan daerah, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu prioritas, baik melalui peningkatan kapasitas, pelatihan keterampilan, penguatan ekonomi kreatif maupun perlindungan terhadap perempuan dan anak”, ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa ketika perempuan berdaya, maka keluarga akan semakin sejahtera dan pembangunan daerah akan semakin maju.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta kelompok perempuan diharapkan terus diperkuat.

Turut hadir, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDP3A) Kabupaten Kupang Jhon Sula, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kupang Feprianto Salukh, Sekretaris BPKAD Kabupaten Kupang Jems Abineno, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Kupang Benidiktus Selan, Camat Kupang Tengah Yunisthya Padja, Camat Kupang Barat Villy Nakamnanu, Camat Kupang Timur Marina Ludji, serta para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Kupang Tengah. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *