Kupang_IndoNusra.com– Bupati Kupang, Yosef Lede meminta Masyarakat mempersiapkan diri dan Waspada dalam memasuki musim Penghujan jika terjadi Bencana yang tidak di inginkan.
Hal ini di ungkapkan Bupati Kupang, Yosef Lede, membuka Forum Konsultasi Publik Penyediaan Dokumen Perencanaan Penaggulangan Bencana di Kabupaten Kupang, yang dilaksanakan di Hotel Kristal, Kota Kupang, NTT, Rabu (10/12).
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut Ia mengatakan, melihat perkembangan belakangan dan juga musim penghujan yang akan segera berlangsung di Indonesia, dipastikan semua daerah saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana yang bisa saja terjadi.
Apalagi di beberapa Daerah seperti Kabupaten Kupang yang dikategorikan rawan bencana.
Kedatangan musim penghujan juga diikuti kekuatiran bahwa bencana seperti banjir bandang dan longsor bisa terjadi kapan saja.
Dirinya meminta agar segera mempersiapkan diri dan juga waspada untuk menghadapi musim penghujan, karena di Daerah-daerah lain seperti Sumatera sangat menderita tertimpa banjir.
Ia juga meminta agar Masyarakat mengantisipasi musim penghujan dalam mengahadapi bencana yang bisa saja terjadi.
“Kita harus mempersiapkan diri dan juga waspada menghadapi bencana–bencana yang bisa saja terjadi, bencana datang tidak pernah diundang, jadi tergantung kita siap atau tidak, karena itu kesiapsiagaan itu sangat penting. Konsultasi Publik ini adalah salah satu langkah mempersiapkan kesiapsiagaan kita menghadapi bencana. Disini dalam konsultasi publik kita berdiskusi bagaimana semua pihak memahami situasi yang terjadi saat ini dan mempersiapkan masyarakat siap menghadapi bencana, dan juga apa yang harus dilakukan pasca bencana terjadi”, jelas Lede.
Lanjutnya, semua pihak termasuk pihak TNI/POLRI harus bekerja bersama mengantisipasi sejak dini kemungkinan terjadi bencana dan juga apa yang harus dilakukan setelah bencana terjadi.
Tambahnya, potensi bencana di Kabupaten Kupang bukan hanya di musim penghujan, tetapi juga di musim kemarau terutama menghadapi pemanasan global yang sudah menjadi kekhawatiran dunia.
“Apapun itu yang terpenting adalah ketersediaan anggaran. Kita mau rencanakan apapun tapi kalau tidak ada anggaran ya sama saja. Ini juga warning bagi kita pemerintah bahwa kesiapsiagaan mengahadapi bencana harus menjadi prioritas utama sehingga mampu menyiapkan anggaran untuk itu”, ujarnya.
Turut hadir, perwakilan Deputi Bidang Pencegahan Bencana pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Ketua WFP Kabupaten Kupang, Perwakilan Kalak BPBD Provinsi NTT, Perwakilan Kalak BPBD Kabupaten Kupang, Ketua FPRB Kabupaten Kupang, dan perwakilan OPD–OPD terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang. (***)


















