Kupang_IndoNusram.com- Bupati Kupang, Yosef Lede menghadiri Perayaan Syukuran Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 1 Januari 2026 yang digelar Ikatan Keluarga Besar Sumba (IKAS) Kupang berlangsung khidmat dan sarat makna.
Yang bertempat di Aula Serba Guna GMIT Paulus, Kota Kupang, NTT Sabtu, 10 Januari 2026, perayaan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan ruang refleksi iman dan arah hidup bersama di tanah rantau.
Orang Nomor Satu Kabupaten Kupang pada kesempatan itu menegaskan bahwa Natal dan Tahun Baru merupakan momentum spiritual yang menuntun umat untuk memperbarui cara pandang terhadap kehidupan, Keluarga, dan tanggung jawab sosial.
Bupati Kupang didampingi langsung oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Kupang, Benidiktus Selan.
Dalam pesan imannya, Yosef Lede menyoroti tema perayaan, “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, sebagai panggilan untuk menyadari kehadiran Tuhan yang nyata dalam setiap perjalanan hidup keluarga, terutama bagi warga Sumba yang hidup dan berjuang di tanah perantauan.
“Allah tidak pernah jauh dari kehidupan keluarga kita. Ia hadir di tengah suka dan duka, memulihkan yang lemah, menguatkan yang rapuh, dan menyelamatkan kita melalui kasih-Nya”, ucap Lede.
Ia memaknai Simbol-simbol visual dalam perayaan alam yang hijau, air yang mengalir, dan cahaya yang menerangi sebagai lambang kehidupan baru, harapan, dan berkat Tuhan yang terus mengalir tanpa henti.
Menurutnya, Natal menghadirkan keselamatan Allah melalui Yesus Kristus, sementara Tahun Baru membuka ruang pembaruan hidup dan keberanian meninggalkan luka masa lalu.
Dengan Subtema “IKAS Bersatu Dalam Bingkai Kasih Allah Untuk Pembaharuan Hidup” dinilai Yosef sebagai seruan penting di tengah kompleksitas kehidupan sosial di Kabupaten Kupang.
Bupati Yos juga menegaskan bahwa, persatuan warga IKAS bukan semata ikatan budaya atau garis keturunan, melainkan kesatuan hati yang berakar pada kasih Allah.
“Persatuan sejati adalah ketika kita saling menopang, mengampuni, dan menjadi berkat. Dari keluarga yang dipulihkan, lahir masyarakat yang kuat”, ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Kupang mengaitkan Nilai-nilai iman dengan pembangunan daerah.
Ia menyebut keluarga sebagai titik awal pembaruan sosial.
Ketika keluarga hidup dalam kasih, disiplin, dan tanggung jawab, maka pembangunan manusia, sebagai inti pembangunan daerah akan berjalan kokoh dan berkelanjutan.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, Dirinya mengajak keluarga besar IKAS untuk menjadi terang dan garam: menjaga nilai iman, merawat budaya, serta menghadirkan damai di lingkungan sekitar.
“Pembaruan hidup dimulai dari rumah. Dari keluarga yang takut akan Tuhan, akan tumbuh generasi yang membawa harapan bagi Kabupaten Kupang”, tuturnya.
Perayaan syukur ini pun ditutup dengan doa dan harapan agar setiap keluarga IKAS diteguhkan imannya, dipulihkan pengharapannya, dan dikuatkan langkahnya memasuki tahun yang baru bersama Tuhan dalam persatuan, kasih, dan semangat pembaruan hidup.
“Tuhan memberkati IKAS Kabupaten Kupang”, tutupnya. (***)


















