Daerah  

Warga Amarasi Barat Minta Pemprov NTT dan DPRD Jangan Abaikan Kondisi Jalan Ikan Foti

Salah Satu Titik Longsor di Ikan Foto, Jln. Hr. Koroh.

KabupatenKupang_IndoNusra.com Tiga titik kerusakan jalan Ikan Foti, Jln. Hr. Koroh yang longsor sejak Tahun Lalu Seolah-olah di Abaikan oleh Pemerintah Provinsi NTT.

Padahal, waktu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT di Kecamatan Amarasi Barat Paket Melki-Johni menang telak.

Sehingga sebagian Masyarakat Amarasi Barat mengeluh dan meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar jangan mengabaikan kondisi jalan tersebut.

Kalau bisa dalam waktu yang secepatnya bisa di tangani oleh Dinas terkait agar jangan memakan korban.

Hal ini diungkapkan Warga Desa Toobaun, kepada media ini Sabtu, (21/03) siang di Desa Oben, Kecamatan Nekamese.

Jhon yang akrab di sapa mengatakan bahwa kondisi jalan tersebut sangat prihatin. Jika tidak ada penanganan dari Pemerintah Provinsi maka jalan itu akan putus total.

Kalau putus maka dampaknya sebagian Masyarakat Kecamatan Amarasi Barat akan sulit untuk ke Kota Kupang.

Karena di Kecamatan Amarasi Barat ini khususnya beberapa Desa dan Kelurahan banyak Potensi. Sehingga dirinya meminta kepada Gubernur NTT, dan juga DPRD Provinsi NTT agar kalau bisa, secepatnya ada penanganan. Jangan di abakain kondisi jalan seperti ini.

“Jadi untuk pak gubernur, apa lagi pemilihan kepala daerah baru-baru kecamatan Amarasi Barat paket Melki-Johni menang. Jadi tolong perhatikan kondisi jalan seperti ini. Dan juga anggota DPRD provinsi NTT agar aspirasi kita jangan di abaikan. Tolonglah, karena titik longsor ini terdapat tiga titik. Yang pertama di Desa Oben, Kecamatan Nekamese, dan dua titik ada di kecamatan Amarasi Barat. Jangan sampai ada korban, bukan kita mau doakan, tapi setidaknya harus langkah untuk mengantisipasi”, ujar Jhon penuh harap. 

Hal senada juga di ungkapkan Nelis, Warga Desa Toobaun, Kecamatan Amarasi Barat. Dirinya hanya meminta agar adanya penangan yang baik. Karena cuaca sekarang musim hujan ini sangat tinggi.

Baca Juga  Warga Desa Soba Keluhkan Bantuan Tidak Pernah di Sentuh

“Kita minta kalau bisa ada penanganan dari Pemerintah Provinsi. Khususnya dinas teknis yang bersangkutan”, ungkapnya tidak berbelit-belit.  

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Ir. Benyamin Nahak melalui Kasi Pelaksanaan Bina Marga PUPR, Marthinus Tallo kepada media ini via pesan WhatsAppnya hari Minggu, (22/03) sore mengakui adanya longsor yang terjadi khususnya Jln. Hr. Koroh Km. 17-18 terdapat tiga titik.

Sehingga tim Perencanaan dari Dinas PUPR Provinsi NTT sudah melakukan peninjauan ke lokasi serta melakukan pengukuran. Oleh karena itu dari Dinas terkait akan menunggu curah hujan berkurang agar dapat di usulkan penyelidikan tanah yang lebih akurat terhadap daya dukung tanah supaya di sesuaikan konstruksi yang tepat.

“Artinya kita bisa lihat kondisi tanah yang baik, karena untuk jalan ikan foti tanah longsor, maka itu kita harus lihat baik-baik kondisi tanah dulu baru kita lakukan penanganan. Karena kita juga harus sesuaikan dengan kondisi anggaran yang sudah masuk dalam perencanaan tahun ini. Karena sementara kita anggaran terbatas. Apa lagi adanya revokusing. Maka kita akan lakukan penanganan khususnya jalan ikan foti. Apa lagi beberapa hari lalu Anggota DPRD juga mengunjungi jalan tersebut”, tulisnya.

Tambanya, untuk sementara salah satu titik longsor dalam penanganan agar akses lalu lintas bisa lancar. (Yuantin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *