Lahan CSR BR11 Sekitar 2 Ha di Desa Manusak Gagal Panen

Keterangan: Kondisi Sawah CSR Milik Warga yang Terdampak Kekeringan.

KabKupang_IndoNusra.com– Sebanyak kurang lebih 2 hektar Cetak Sawah Rakyat (CSR) BR11 di RT. 06/RW. 02, Dusun 02, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT gagal Panen.

Pemilik Lahan CSR BR11, Jek Warga Desa Manusak kepada media ini di lahan sawahnya hari Jumat, (01/05) mengatakan bahwa Dirinya merasa kecewa sekali terhadap kondisi air yang mengalir ke sawah miliknya.

Karena hingga saat ini sawahnya sudah sekitar 1 bulan lebih tidak mendapatkan air dengan baik, yang menyebabkan area sawah itu kering dan akan menuju gagal panen.

“Kaka liat saja, saya punya sawah ini kering skali. Ini debit air yang sekarang masuk ke sawah saja kecil sekali. Na kalau begini nanti dapat hasil bagaimana?”, tanyanya penuh kesal.

Air yang dari waduk Raknamo ini semua di buang ke kali. Karena sawah CSR milik warga secara keseluruhan di RT. 06 ini sekitar 2 hektar lebih. Semua itu akan menuju ke gagal panen.  

“Jadi yang sebenarnya itu kalau ada air dulu baru kita bisa siap obat untuk lakukan perawatan agar hasilnya baik. Tetapi kalau ada obat lalu tidak ada air mau ada hasil apa. Ini akan gagal panen total. Semua ini kendalanya di air”, ungkapnya.

Pemilik lahan CSR, Frengki warga Desa Manusak juga menguraikan hal yang sama.

Keterangan: Sawah CSR Gagal Panen.

Dirinya hanya berharap agar Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian, dan juga Dinas Pertanian Kabupaten Kupang agar bisa hal ini. Karena akan menyebabkan gagal panen.

“Kita kendalanya di air saja, setiap saat itu kadang-kadang harus bakalai dulu baru bisa dapat air, itu pun juga airnya pasti sedikit. Jadi kita sudah mulai malas dengan ini semua. Kalau air bagus pasti hasilnya juga bagus”, bebernya.

Baca Juga  Terima Kunjungan Mr. James McBride NIHI Sumba, Gubernur NTT Tekankan Adanya Komunikasi Lintas Sektor

Sementara Johni, warga Desa Manusak juga mengatakan hal senada.

Dirinya menambahkan bahwa  di lahan CSR BR11, beberapa waktu lalu saat adanya kunjungan dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan juga Bupati Kupang, Yosef Lede serta semua rombongan, gubernur NTT mengingatkan bahwa CSR BR11 harus panen.

“Waktu pak gubernur bilang untuk BR11 harus panen. Itu omong di semua orang. Tetapi akhir ini hasilnya parah. Na kalau begini kita mau panen apa? Waktu tenaga lapangan dari dinas datang untuk foto tapi saya marah dan usir mereka. Karena mereka ini abaikan instruksi pak gubernur”, kesalnya.

Pantauan media ini, lokasi sawah CSR milik warga tersebut sangat memperihatinkan.

Karena air tidak cukup memungkinkan untuk mengairi area sawah yang ada. Bahkan, air lebih banyak di buang ke sungai pada pertengahan sawah. (Yuantin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *