Kupang_IndoNusra.com– Wakil Bupati Kupang Aurum O. Titu Eki membuka secara resmi Pelatihan Safeguarding dan Lokakarya PSEA Program, bertempat di Aula Neo Aston Kupang, hari Selasa (05/08).
Dalam sambutannya, Ia mengapresiasi atas inisiatif mulia panitia yang merupakan wujud nyata kolaborasi multi sektor dalam mengatasi potensi bencana yang mungkin bisa dialami di Kabupaten Kupang.
Kegiatan pelatihan safeguarding dan lokakarya PSEA dalam rangka mendukung program Preparedness and Resilience (par-iv) Community Resilience t Recurring Catastrophes (Correct), yang diselenggarakan oleh Catholic Eelief Services (CRS) Indonesia sangat bermanfaat untuk diikuti.
“Atas nama pemerintah kabupaten kupang, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada CRS Indonesia atas inisiatif mulia ini”, jelas Aurum.
Lanjutnya, bencana tidak hanya membawa kerusakan fisik dan kehilangan materiil, tetapi juga memperdalam ketimpangan dan kerentanan Sosial yang telah ada sebelumnya.
Perempuan dan Anak-anak penyandang disabilitas, serta kelompok Masyarakat yang terpinggirkan sering kali menjadi korban paling terdampak.
“Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk mengintegrasikan pendekatan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (gedsi) dalam seluruh tahapan manajemen risiko bencana”, tuturnya.
Pelatihan ini juga memberikan perhatian khusus terhadap isu perlindungan dari eksploitasi dan kekerasan seksual (psea), yang merupakan ancaman serius di tengah situasi darurat.
Komitmen terhadap safeguarding dan perlindungan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari tata kelola, baik dalam masa normal maupun krisis.
Sebab perlindungan terhadap martabat Manusia adalah fokus utama.
Senior Program Officer CRS Indonesia, Edu Mungga dalam sambutannya mengatakan bahwa ada ketimpangan bagi Perempuan, kelompok disabilitas dan kelompok yang terpinggirkan.
Sehingga penting baginya untuk membangun Komunitas, kolaborasi agar dapat diperhatikan dan tidak ada yg luput dari perhatian.
Pertemuan ini harapnya dapat rumuskan pemikiran dan kebijakan untuk keberpihakan terhadap ketimpangan hak Perempuan, kelompok disabilitas dan terpinggirkan.
Hadir pada kegiatan tersebut Ketua FPRB Elfrits Saneh, para pimpinan OPD diantaranya Kadis P2P3A Kab. Kupang dr. Djokorda, Kalak BPBD Semmy Tinenti, Kadis Nakertrans Adriel Abineno, Kadis Pendidikan Eliazer Teuf, Kepala BP4D Juhardi Selan. (***)






