KabupatenKupang_IndoNusra.com– Kontraktor Pelaksana Pekerjaan ruas jalan Lapen Tasikona–Usapi Sonbai, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, NTT walaupun sudah selesai di kerjakan namun muncul pertanyaan dari Sebagian Warga Desa Tasikona.
Dikarenakan, Material Berupa Agregat (sertu) dan juga Batu untuk Penahan jalan yang di ambil dari Sungai antara Batas Desa Tasikona dan Desa Oepaha itu belum terealisasi.
“Kita mau tanya saja, karena kontraktor susah selesai kerja dan sudah pulang. Karena jalan sudah selesai. Tetapi itu sertu kali yang dia ambil itu seperti apa? Karena kita masyarakat ingin tau. Kalau memang tidak bayar, na tolong kasi turun sertu untuk kerja tu jalan yang lubang-lubang. Karena itu hari kepala desa bilang nanti mau kasi turun sertu untuk timbun jalan yang lubang-lubang”, ucap Ferianus Leoanak dan Simson Fanggidae beberapa hari lalu kepada media ini.
Kontraktor Pelaksana Pekerjaan Jalan Tasikona–Usapi Sonbai yang di wawancarai media ini via Telphone WhatsApp mengatakan bahwa pekerjaan jalan itu tidak ada gratis.
Jika belum di bayar maka pekerjaan tersebut tidak berjalan.
Sehingga uang sudah diserahkan kepada Kepala Desa Tasikona, Baltasar Malenan. Maka itu Kepala Desa sepertinya tidak bagi kepada Masyarakat.
“Uang sudah di serahkan oleh Jekci F yang kerja di Dinas PUPR dan Jekci F yang menyerahkan uang tersebut kepada kepala desa. Kepala Desa yang kemungkinan tidak bagi ke masyarakat “, urainya singkat.
Salah staf di Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Jeki yang di konfirmasi media ini via pesan WhatsAppnya terkait menguraikan bahwa untuk administrasi sertu, Dirinya tidak mengetahui susah dibayarkan atau belum.
“Kurang tau soal itu kk, Kalau uang sertu b sonde tau coba tanya kepala desa dia TERIMA uang sertu ko sonde. Ok kk aman setau b beliau kasi uang untuk oto dg muat batu pasir sa”, urainya kepada media ini Senin (08/09).
Sementara Kepala Desa Tasikona yang dimintai tanggapan terkait mengatakan bahwa belum pernah menerima uang Apa-apa dari kontraktor pelaksana.
Karena ini kerja untuk saya punya kampung makanya saya tidak tuntut Apa-apa. Karena biar ada perkembangan di Desa saya.
Kontraktor pelaksana bilang susah pake untuk kerja cor beton di bahu jalan makanya. Dari pada kasi saya uang mendingan kasi turun sertu di itu jalan yang lobang-lobang.
“Uang satu sen saja tidak pernah kasi saya, masa bilang kasi saya uang, kalau memang saya makan itu itu sama saja saya kasi saya punya diri”, beber Kepala Desa Tasikona via telphone WhatsApp Senin (08/09) malam. (Yuantin)







