KabupatenKupang_IndoNusra.com– Untuk mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tingkat Desa/Kelurahan, sebanyak 20 Anggota Kelompok Divan Chanel Tailor berkerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Tuatuka mengadakan Pelatihan Menggunting dan Menjahit Kilat di GKSI Ebenhaezer Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT hari Rabu, (27/08).
Lurah Tuatuka, Abya D. Benusu Kepada media ini mengatakan bahwa di Kelurahan Tuatuka mengadakan kegiatan pemberdayaan bagi Kamu Perempuan di Tahun 2025 sejak masa kepemimpinannya dengan menggunakan sumber anggaran DPA Kupang Timur.
Sehingga dalam kegiatan yang dilaksanakan hari ini-red, yakni Pelatihan Menggunting dan Menjahit Kilat.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung para UMKM agar dapat menopang Kebutuhan Ekonomi se hari-hari ke depan untuk Masyarakat sekitar Kelurahan Tuatuka.
Kegiatan ini berkat kerja sama Pemerintah Kelurahan Tuatuka dengan Divan Chanel Tailor Noekele, peserta berjumlah 20 Orang, masing-masing kelompok berjumlah 2 Orang.
“Jadi selain alat peraga yang diserahkan hari ini, tapi juga akan ada penyerahan mesin jahit sebanyak sembilan (9) unit, dan satu (1) unit mesin neci agar masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik”, pungkas Abya akrab di sapa.
Kenapa Pemerintah Kelurahan Tuatuka mengambil salah satu terobosan dalam menjahit, karena adanya hubungan emosional, dan kebersamaan, serta untuk menggali Potensi yang ada selain potensi Pertanian di kelurahan Tuatuka.
Sehingga peserta yang turut partisipasi dalam kegiatan ini, bukan saja memanfaatkan alokasi anggaran yang tersedia, dan bukan hanya sekedar mendapatkan pengetahuan, tetapi bisa terus berkreasi agar dapat meningkatkan kegiatan ini ke depan yang lebih baik sebagai profesi tukang jahit.
Dirinya mengaku bahwa di Kelurahan Tuatuka terdapat Warga yang sudah mempunyai sertifikat dan bahkan mempunyai usaha dalam menjahit, yang pernah difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Kupang.
“Maka itu di hari ini saya lebih menguatkan, dan melihat potensi-potensi bagi anak muda yang direkomendasikan oleh para RT, RW, dan Lpm yang ada di kelurahan Tuatuka sesuai dengan mekanisme tata kelola keuangan bidang pemberdayaan”, tuturnya.

Harapnya, dengan adanya kegiatan ini semakin memupuk kebersamaan, gotong royong, apa lagi di kelurahan Tuatuka terdapat 16 RT, di tambah 2 kelompok usulan dari LPM dan Tokoh Masyarakat, sehingga dengan adanya bantuan 10 unit mesin yang ada, Masyarakat bisa bekerja sama agar UMKM dengan sendirinya dapat terbentuk.
Kegiatan ini juga dapat menggali Potensi-potensi di Kelurahan Tuatuka sebagai mana Tuatuka mempunyai usaha yang dapat membanggakan, bukan saja di Kelurahan Tuatuka tetapi juga di Masyarakat Kupang Timur.
Salah satu pakar Menjahit Kilat, Anaci Nunuhitu Sula kepada media ini mengatakan bahwa Dirinya menekuni UMKM dalam bidang menjahit ini sudah cukup lama berkisar 35 Tahun.
Sehingga pada kesempatan ini lewat terobosan pihak Kelurahan Tuatuka dalam menjahit, Dirinya diikut sertakan sebagai Pelatih atau Instruktur agar dapat membimbing para peserta yang turut serta dalam Menggunting dan Menjahit Kilat ini.
“Pada kesempatan ini yang dilatih bagi peserta adalah pola dasar menjahit baju, dan rok. Sementara untuk peserta yang tekun mengikuti kegiatan ini selama beberapa hari nanti akan dengan secepatnya bisa memahami. Semua ini tergantung dari saya serap peserta, dan saya yakin pasti semua bisa dapat memahami dan dapat meningkatkan kegiatan ini ke depan lebih baik”, tuturnya Ibu As akrab di sapa.
Dirinya mengakui bahwa kegiatan hanya tiga hari ke depan, tetapi ini untuk mengikatkan kemampuan dalam saya serap (skill) menjahit. Karena sejalan dengan teknik dasar kilat, maka itu hal ini yang akan diefektifkan sebaik mungkin selama 3 hari.
Sehingga menguatkan wawasan bagi yang sudah lama, dan juga generasi yang baru ini lebih mahir. Karena dalam hal menjahit ini bukan sekedar hari ini belajar, kemudian besok bisa mahir.
“Sebenarnya ada yang membutuhkan waktu dalam satu bulan. Tetapi ini sebagai bentuk pengenalan dan akan membutuhkan tingkat-tingkatan, maka disini disesuaikan dengan daya serap peserta”, tuturnya.
Ia menambahkan bahwa menjahit ini juga sangat membantu. Karena walaupun hanya sebagai Ibu Rumah tangga biasa, akan tetapi bisa menghasilkan uang untuk dapat menopang kebutuhan Ekonomi sehari, kebutuhan dan juga Anak-anak sekolah.
“Jadi saya harapkan agar setelah kegiatan ini, para Ibu-ibu peserta yang ikut, bisa tekuni ini agar bisa dapat menopang kebutuhan ekonomi rumah tangga dan juga kebutuhan anak-anak untuk sekolah”, pesannya. (Yuantin)






